Dari Sembalun, Komisi IV DPR RI Dorong Swasembada Bawang Putih

Editor: nanang author photo

Penanaman, Sekaligus Panen Raya Bawang Putih di Sembalun Kabupaten Lombok Timur

SUARAINDO.ID -------
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Soeharto mendorong penguatan produksi bawang putih nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

‎Menurutnya, target swasembada bawang putih dalam tiga tahun perlu didukung langkah yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan.

‎Siti mengatakan, keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dan jagung harus menjadi motivasi untuk mewujudkan kemandirian pada komoditas pangan lainnya, termasuk bawang putih, kedelai, dan gula.

‎“Kerja keras harus terus dilakukan untuk mewujudkan swasembada berbagai produk pangan. Sinergi antarkementerian dan lembaga menjadi kunci agar langkah menuju swasembada dapat dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya, 19 Agustus 2026.

‎Titik Soeharto menilai, kegiatan penanaman bawang putih serta pembangunan sarana penyimpanan hasil produksi di sejumlah daerah merupakan langkah nyata untuk memperkuat produksi nasional.

‎Pada kesempatan tersebut, Siti Soeharto mengapresiasi keterlibatan Polri dalam mendukung agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan.

‎Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam produksi bawang putih.

‎Di era Presiden Soeharto, Pada 1994–1995, Indonesia pernah berada pada masa kejayaan bawang putih dan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan dalam negeri. Namun, saat ini lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor.

‎“Pertanyaan sederhananya, kita pernah swasembada. Mengapa kita tidak mampu lagi? Pengalaman tersebut harus menjadi motivasi bahwa Indonesia mampu kembali mencapai swasembada bawang putih,” katanya.

‎Siti Soeharto menegaskan, pencapaian target swasembada bawang putih pada 2028 tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Pertanian, Polri, dunia usaha, kelompok tani, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya harus bergerak sesuai peran masing-masing.

‎Pentingnya memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang layak. Swasembada, kata Siti, tidak sekadar meningkatkan luas lahan dan produksi, tetapi juga membangun ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir.

‎“Yang tidak kalah penting adalah memastikan petani mendapatkan manfaat dan keuntungan yang layak. Kita tidak hanya berbicara tentang menambah luas penanaman dan produksi, tetapi juga membangun ekosistem bawang putih yang kuat dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

‎Ke depan, Siti Soeharto berharap kegiatan penanaman bawang putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan.

‎Pemerintah perlu menetapkan target yang jelas, mulai dari produktivitas, volume produksi, dukungan anggaran, hingga pembagian peran masing-masing pihak.

‎Sentra produksi yang sudah ada, termasuk di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, menurutnya perlu terus diperkuat. Di saat yang sama, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan sentra-sentra baru di daerah yang memiliki potensi pengembangan bawang putih.

‎Selain itu, ketersediaan benih unggul, pupuk, sarana produksi, akses pembiayaan, teknologi, dan pendampingan harus dipastikan sampai kepada petani secara tepat jumlah, tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat waktu.

‎Dari sisi hilir, penyerapan hasil produksi dan tata niaga juga perlu diperkuat agar petani memiliki kepastian pasar. Kebijakan impor, lanjut Siti, harus dikelola secara hati-hati sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menghambat pertumbuhan produksi dalam negeri.

‎“Semua ini membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Swasembada tidak cukup hanya dengan menanam, tetapi harus memastikan produksi terus berjalan dan petani tetap mau menanam,” tegasnya.

‎Komisi IV DPR RI, kata Siti Sieharti, akan terus memberikan dukungan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya. Ia optimistis Indonesia memiliki modal yang cukup untuk membangun kembali kekuatan produksi bawang putih nasional.

‎“Kita memiliki lahan, kita memiliki petani, kita pernah swasembada, dan hari ini kita memiliki semangat untuk membangun kembali kekuatan pangan nasional. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan produksi bawang putih, mengurangi ketergantungan impor, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini