DPR RI Dorong Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Tingkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan Nelayan NTB

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID
– Anggota DPR RI Abdul Hadi menjelaskan, pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG di kawasan pesisir Lombok, Kabupaten Lombok Timur memiliki nilai strategis karena berada dekat dengan aktivitas nelayan dan pelabuhan.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan nelayan dalam memahami informasi cuaca dan kondisi laut sehingga aktivitas melaut menjadi lebih aman dan produktif.

Menurut Abdul Hadi, Nusa Tenggara Barat memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan informasi cuaca dan kondisi laut yang akurat agar dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"NTB memiliki potensi ikan yang luar biasa. Potensi itu harus dikelola dengan baik melalui informasi yang akurat mengenai kondisi laut. Di balik potensi yang besar, ada pula ancaman cuaca ekstrem yang harus diantisipasi," ujarnya, Sabtu 1 Agustus 2026.

Melalui SLCN, para nelayan akan memperoleh pengetahuan mengenai cara membaca informasi cuaca maritim, mengenali potensi bahaya di laut, serta menentukan waktu yang tepat untuk melaut. 

Bekal tersebut dinilai sangat penting karena nelayan selama ini lebih mengandalkan pengalaman, sementara kondisi cuaca tidak selalu dapat diprediksi hanya berdasarkan kebiasaan.

Abdul Hadi berharap, program tersebut mampu menekan risiko kecelakaan di laut sekaligus meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

"Harapannya nelayan kita bisa lebih selamat saat melaut. Selain itu, hasil tangkapan juga semakin melimpah sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan mereka," katanya.

Abdul Zhadi menambahkan, wilayah Lombok memiliki garis pantai yang panjang dengan jumlah nelayan yang cukup besar. Namun, sebagian besar nelayan masih berada pada kelompok ekonomi rendah sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Karena itu, selain pembekalan ilmu dari BMKG, ia berharap kementerian dan lembaga terkait, khususnya sektor kelautan dan perikanan, dapat memberikan dukungan berupa bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan agar kesejahteraan nelayan semakin meningkat.

Abdul Hadi juga mengapresiasi komitmen BMKG yang terus memperluas pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di berbagai wilayah pesisir NTB, mulai dari wilayah timur hingga barat Pulau Lombok.

Menurutnya, program tersebut harus terus berlanjut agar semakin banyak nelayan memperoleh hak yang sama dalam mengakses informasi cuaca maritim dan meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi risiko di laut.

"Kalau sekarang ini merupakan tahap awal, kami berharap ke depan ada tahapan lanjutan yang diberikan BMKG sehingga pengetahuan nelayan semakin meningkat dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat pesisir," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini