Suaraindo.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kali ini, api melanda areal perkebunan kelapa sawit PT Saraswati Agro Estate di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, dan menghanguskan sekitar 30 hektare lahan.Tim Gabungan Padamkan Karhutla 30 Hektare Perkebunan PT Saraswati di Landak.
Tim gabungan dari Polres Landak, Polsek Ngabang, BPBD Kabupaten Landak, KPH Kabupaten Landak, serta PT Saraswati Agro Estate langsung dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran pada Minggu (23/8/2026).
Kebakaran terdeteksi di Blok G11, G12, dan G13. Kobaran api merupakan lanjutan dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (22/8/2026). Api yang belum sepenuhnya padam kembali meluas sehingga penanganan harus dilakukan secara intensif.
Titik karhutla diketahui melalui aplikasi Lancang Kuning. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus pemadaman agar api tidak menjalar ke area lainnya.
Sekitar pukul 13.00 WIB, tim berangkat menggunakan dua kendaraan dinas Polres Landak dan satu kendaraan dinas Polsek Ngabang. Operasi pemadaman dipimpin Kasat Samapta Polres Landak AKP Zulianto.
Kekuatan personel yang dikerahkan cukup besar. Terdiri dari 14 personel Kompi 1 Siaga Polres Landak, lima personel Polsek Ngabang, dua personel BPBD Kabupaten Landak, tiga personel KPH Kabupaten Landak, serta 15 personel pemadam kebakaran milik PT Saraswati Agro Estate.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung melakukan pemadaman di sejumlah titik. Namun, medan yang dihadapi tidak mudah karena sebagian lahan merupakan kawasan gambut.
Karakteristik tanah gambut membuat api dapat merambat di bawah permukaan dan menyisakan bara yang sewaktu-waktu kembali memicu kobaran. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra, bukan hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 19.15 WIB, seluruh titik kebakaran dinyatakan padam dan kondisi lokasi terkendali.
Dari hasil penanganan di lapangan, luas areal perkebunan PT Saraswati Agro Estate yang terbakar sejak Sabtu hingga Minggu diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Meski kebakaran cukup luas, lokasi kejadian berada jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi lahan, sementara kerugian materiel juga masih dalam proses penghitungan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kasat Samapta AKP Zulianto menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas kepolisian, terutama ketika ditemukan titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.
“Begitu mendapatkan informasi adanya titik panas, personel langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Kami bersama seluruh unsur terkait berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Zulianto.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan kewaspadaan ekstra. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati karena bara dapat bertahan dan menjalar di bawah tanah.
“Penanganan tidak hanya sebatas memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang tersisa. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan tetap menjadi bagian penting setelah api berhasil dipadamkan,” katanya.
Polres Landak dan Polsek Ngabang mengimbau masyarakat maupun seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Informasi mengenai titik api diharapkan segera dilaporkan sehingga dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, Manager PT Saraswati Agro Estate mengapresiasi respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam pemadaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bersama-sama membantu melakukan pemadaman. Sejak mendapat informasi adanya kebakaran, kami langsung mengerahkan personel dan unit pemadam kebakaran perusahaan untuk mendukung proses penanganan di lapangan,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi lahan benar-benar aman dan tidak kembali terjadi kebakaran, baik di lokasi yang sama maupun kawasan perkebunan lainnya.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, KPH, dan pihak perusahaan menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla tersebut. Meski api telah berhasil dipadamkan, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali muncul, terutama mengingat sebagian lokasi merupakan kawasan gambut.[SK]