KDMP Solusi Masyarakat Dapat Barang Murah, dan Putus Rantai Tengkulak

Editor: nanang author photo

Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah, S.I.P., 

SUARAINDO.ID -------
Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah, S.I.P., berharap kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mampu menjadi distributor yang menyediakan kebutuhan masyarakat, dengan harga terjangkau sekaligus memutus rantai distribusi yang selama ini dinilai panjang.

‎Menurut Hadiyansyah, KDMP tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga berperan sebagai distributor dengan harga yang kompetitif. Dengan demikian, masyarakat, termasuk pemilik warung kelontong, dapat memperoleh barang dagangan langsung dari koperasi untuk kemudian dijual kembali.

‎“Diharapkan koperasi ini sebagai distributor. Apa yang dijual oleh koperasi ini harganya paling murah. Kenapa ada koperasi ini? Ini untuk memutus rantai, seperti adanya tengkulak dan segala macam itu diputus,” ujar Hadiyansyah, kamis 13 Agustus 2026.

‎Keberadaan koperasi dapat membantu masyarakat mendapatkan akses barang dengan harga lebih rendah. Koperasi juga diharapkan menjadi penghubung antara produsen dan konsumen sehingga distribusi barang menjadi lebih efisien.

‎Selain kebutuhan konsumsi, Hadiyansyah menegaskan bahwa produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil bumi masyarakat di masing-masing wilayah juga perlu mendapat perhatian.

‎Menurutnya, Kabupaten Lombok Timur memiliki beragam potensi hasil bumi dan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan. Hasil produksi masyarakat tersebut diharapkan dapat ditampung koperasi sehingga petani, nelayan, pembudidaya, maupun pelaku UMKM tidak selalu bergantung kepada tengkulak atau harus menjual hasil produksinya ke agen yang lokasinya jauh.

‎“Diharapkan hasil bumi yang mereka jadikan sebagai lahan pekerjaan itu bisa dimanfaatkan. Misalnya mereka tadinya menjual ke tengkulak atau menjual jauh ke agen, diharapkan koperasi ini bisa sebagai penampung dan menjual kembali. Jadi, koperasi juga bisa menjadi jembatan,” katanya.

‎Fungsi KDMP pada dasarnya tetap seperti koperasi pada umumnya. Namun, keberadaan KDMP diharapkan lebih diarahkan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh barang kebutuhan sekaligus memasarkan hasil produksi mereka.

‎Terkait rencana peluncuran KDMP pada 17 Agustus 2026, Hadiyansyah menyebut secara nasional ditargetkan terdapat sekitar 20.000 koperasi yang dapat diluncurkan se Indonesia.

‎Sementara Di wilayah Lombok Timur, belasan KDMP yang telah mencapai progres pembangunan 100 persen dan telah menerima fasilitas diharapkan dapat segera beroperasi.

‎“Diharapkan pada 17 Agustus nanti ada 20.000 koperasi se-Indonesia. Kalau di wilayah kita, semua koperasi yang sudah 100 persen dan sudah mendapat fasilitas diharapkan bisa beroperasi,” ujarnya.

‎Untuk mengejar target tersebut, Kodim bersama jajaran terkait terus melakukan percepatan pembangunan dan penyelesaian fasilitas koperasi. Bahkan, pekerjaan dilakukan secara intensif untuk memastikan koperasi yang telah siap dapat dimaksimalkan menjelang peluncuran.

‎“Beberapa hari ini kita betul-betul kerja keras. Pagi, siang, malam kita kerja terus, dengan harapan pada 17 Agustus nanti maksimal yang bisa diluncurkan atau dioperasikan,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini