Kebakaran Empat Ruko Di Jalan Dr Wahidin Pontianak, Respons Cepat Damkar Cegah Api Meluas

Editor: Admin author photo

Kebakaran kembali terjadi di Kota Pontianak. Kali ini, api melalap sejumlah rumah toko (ruko) di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (13/8/2026).
Suaraindo.id – Kebakaran kembali melanda kawasan pertokoan di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (13/8/2026) sore. Kobaran api yang dengan cepat membesar sempat membuat warga sekitar panik karena dikhawatirkan merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Respons cepat tim Pemadam Kebakaran Swasta Kalimantan Barat bersama petugas PLN berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas ke bangunan yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah unit pemadam langsung bergerak setelah menerima laporan dan melakukan pemadaman secara bersama-sama.

Humas Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran Swasta Kalimantan Barat, Andhika Fitra Prabella, SH, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.35 WIB melalui jaringan komunikasi HT POC yang digunakan para relawan dan petugas pemadam kebakaran.

Informasi tersebut kemudian diteruskan melalui jaringan HT POC dan HT analog kepada anggota Damkar Swasta Kalbar. Unit yang berada paling dekat dengan lokasi langsung diarahkan menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Sekitar pukul 18.35 WIB kami menerima laporan adanya kebakaran di kawasan Jalan Dr Wahidin. Setelah informasi diterima, kami langsung berkoordinasi melalui jaringan HT POC dan HT analog kepada rekan-rekan Damkar Swasta Kalbar agar unit terdekat segera bergerak menuju lokasi,” kata Andhika kepada Suarakalbar.co.id.

Menurutnya, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kobaran api semakin membesar. Koordinasi yang dilakukan melalui jaringan komunikasi memungkinkan unit pemadam terdekat segera tiba dan melakukan penanganan.

Sebelum seluruh sumber daya dikerahkan, petugas juga melakukan verifikasi awal terhadap informasi yang diterima. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan laporan benar-benar valid sekaligus menghindari adanya informasi palsu yang dapat menghambat penanganan.

Andhika mengatakan, petugas memiliki target waktu tanggap maksimal 15 menit sejak laporan diterima hingga peralatan pemadam siap digunakan di lokasi kejadian.

“Kami selalu melakukan verifikasi awal terhadap informasi yang masuk. Sambil proses itu berjalan, rekan-rekan yang berada paling dekat dengan lokasi juga melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak pada sekitar delapan pintu dari empat unit ruko. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendataan untuk memastikan kondisi akhir bangunan yang terdampak.

“Dari data sementara yang kami terima, terdapat sekitar delapan pintu dari empat unit ruko yang terdampak kebakaran. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi akhir di lokasi,” tambahnya.

Dalam proses pemadaman, koordinasi dengan PLN turut menjadi perhatian. Petugas PLN bergerak cepat melakukan pengamanan jaringan listrik di sekitar lokasi guna memastikan proses pemadaman berlangsung aman.

Andhika mengapresiasi respons PLN yang segera melakukan koordinasi. Menurutnya, pengamanan jaringan listrik sangat penting karena keberadaan aliran listrik di sekitar bangunan yang terbakar dapat meningkatkan risiko terhadap petugas maupun masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari tim PLN yang langsung berkoordinasi untuk melakukan pengamanan jaringan listrik di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini sangat penting karena aliran listrik yang masih aktif dapat membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar area kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Pihak Damkar Swasta Kalbar masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Untuk penyebab pasti kebakaran, kami masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” kata Andhika.

Peristiwa tersebut kembali menegaskan pentingnya kecepatan informasi dan koordinasi lintas sektor dalam menangani kebakaran, khususnya di kawasan pertokoan yang memiliki tingkat kepadatan bangunan cukup tinggi.

Sinergi antara relawan pemadam kebakaran, PLN, masyarakat dan aparat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah api merambat dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini