Kegagalan Tak Buat Patah Semangat, Raja Pratama Jadikan Motivasi untuk Tampil Lebih Baik

Editor: Redaksi author photo

Kegagalan Tak Buat Patah Semangat, Raja Pratama Jadikan Motivasi untuk Tampil Lebih Baik
Suaraindo.id – Kegagalan menembus babak final Kejuaraan Motoprix 2026 Seri 2 tak membuat pembalap pemula asal Kabupaten Sanggau, Raja Pratama, patah semangat.

Raja harus menghentikan langkahnya setelah gagal melaju dari babak semifinal yang digelar di Sirkuit Eks Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (9/8/2026).

Meski hasil yang diraih belum sesuai harapan, pembalap muda tersebut justru menjadikan pengalaman itu sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.

“Ini merupakan kejuaraan pemula yang saya ikuti. Tentunya dapat dijadikan pengalaman agar ke depan lebih baik lagi dan lebih semangat,” ujar Raja Pratama saat ditemui di Sirkuit Eks Bandara Susilo, Sintang, Minggu.

Bagi Raja, menang dan kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan. Karena itu, kegagalan yang dialaminya kali ini tidak menjadi alasan untuk berhenti mengejar prestasi.

“Menang kalah dalam suatu kejuaraan itu hal yang biasa. Jika kita tak mau kalah, sebaiknya jangan ikut pertandingan,” ungkapnya.

Raja mengaku keikutsertaannya dalam Motoprix 2026 berawal dari kecintaan terhadap dunia otomotif. Ia mengikuti ajang tersebut atas kemauan dan keinginannya sendiri untuk menyalurkan hobi balap yang telah digelutinya.

Hobi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Heri Darmawansyah atau yang akrab disapa Heri Jabu. Sang ayah diketahui merupakan mantan pembalap yang aktif di dunia balap pada era 2000-an.

Dukungan keluarga menjadi salah satu penyemangat bagi Raja untuk terus mengembangkan kemampuan dan menambah jam terbang di lintasan.

Meneruskan hobi sang ayah, Raja juga berharap Kabupaten Sanggau kembali menjadi salah satu daerah yang aktif menggelar kejuaraan otomotif.

Menurutnya, Sanggau memiliki sejarah dalam penyelenggaraan kejuaraan balap dan bahkan pernah memiliki lintasan yang bertaraf nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan balap di daerah tersebut dinilai semakin jarang digelar.

“Karena menurut saya, Sanggau yang pertama kali melaksanakan kejuaraan ini. Bahkan sudah memiliki lapangan yang bertaraf nasional. Tapi sayang, Sanggau jadi ketinggalan dibanding kabupaten lain. Sudah berapa tahun ini tidak pernah melaksanakan racing, sementara peminatnya cukup banyak,” kata Raja.

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat kembali membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang otomotif melalui penyelenggaraan kejuaraan balap secara rutin.

Bagi Raja, keberadaan ajang balap bukan hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi pembalap-pembalap muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, sekaligus mengukir prestasi.

Kegagalannya di Motoprix 2026 Seri 2 pun kini menjadi bagian dari proses tersebut. Raja memilih menjadikannya sebagai pelajaran untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. [man]

 

Share:
Komentar

Berita Terkini