![]() |
SUARAINDO.ID ------- Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam pendaftaran masyarakat melalui aplikasi PerlinSOS.
Dari 43 daerah yang menjadi lokasi uji coba aplikasi tersebut, Lombok Timur menjadi daerah dengan pergerakan pendaftaran tertinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. Juaini Taufiq, mengatakan jumlah keluarga yang telah terdaftar melalui aplikasi PerlinSOS hingga Kamis malam mencapai sekitar 101 ribu kepala keluarga (KK).
“Sekarang totalnya sudah mencapai 101.000. Target pertama kita 140.000 KK, yakni desil satu sampai desil empat. Tetapi Pak Bupati meminta target diperluas, bukan hanya 140 ribu, melainkan seluruh KK,” kata Juaini, kamis 12 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan pendaftaran terjadi setelah Aparatur Sipil Negara (ASN) turut ke desa-desa untuk membantu masyarakat mengakses aplikasi tersebut.
Dalam dua hari terakhir, pergerakan pendaftaran di Lombok Timur disebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lain yang mengikuti uji coba.
Sekda mengimbau masyarakat, termasuk keluarga para insan media, untuk memanfaatkan aplikasi PerlinSOS.
Menurutnya, aplikasi tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui apakah dirinya masuk kategori yang layak menerima bantuan sosial sekaligus mendeteksi potensi kesalahan data.
“Kita akan tahu apakah kita ini layak atau tidak, apakah ada inclusion error atau exclusion error,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan diri melalui PerlinSOS cukup tinggi. Bahkan, sebagian warga datang ke kantor desa bukan semata-mata untuk mendapatkan bantuan, tetapi ingin memastikan status kelayakan mereka dalam data penerima bantuan sosial.
“Walaupun mereka tidak langsung menerima bantuan saat ini, mereka hanya ingin mengecek apakah kami ini layak atau tidak layak menerima bantuan. Antusiasme masyarakat luar biasa,” katanya.
Juaini menyebut tingginya partisipasi masyarakat tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Sekda mengaku, menerima pesan melalui WhatsApp dari staf Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang terus memantau perkembangan penggunaan aplikasi tersebut.
Berdasarkan data pergerakan pendaftaran dalam dua hari terakhir, Lombok Timur berada di posisi teratas dengan 18.977 KK. Selanjutnya, Kota Makassar mencatat 16.419 KK, sedangkan Kabupaten Sumedang berada di posisi ketiga dengan 16.060 KK.
“Lombok Timur, Makassar dan Sumedang merupakan tiga daerah terbesar yang mampu mendaftarkan warganya di aplikasi PerlinSOS,” ujar Juaini.
Capaian tersebut, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat Lombok Timur dalam pemutakhiran data sosial sekaligus menjadi modal penting untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
