SUARAINDO.ID ------ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kelayu Jorong Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, salah satunya lomba menangkap ikan lele bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Camat Selong, Lalu Ridho Arindi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan Lorong sebagai salah satu sentra budaya perikanan air tawar di Lombok Timur.
“Pertama, kita ini dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan juga sebagai ajang untuk mempromosikan Lorong sebagai sentra budaya perikanan air tawar di Lombok Timur,” ujar Lalu Ridho, minggu 16 Agustus 2026.
Sebelum lomba menangkap lele digelar, kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama warga masyarakat. Setelah itu, para pelajar dari masing-masing lingkungan mengikuti lomba menangkap ikan lele.
Ridho menjelaskan, ikan lele yang disiapkan dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar satu kuintal atau lebih dari 100 kilogram. Peserta lomba dibagi berdasarkan kategori usia, yakni pelajar tingkat SD dan SMP.
“Anak SD dan anak jenjang SMP mendaftar dari masing-masing lingkungan dan dikategorikan berdasarkan usia. Mereka juga dilengkapi tanda pengenal sebagai peserta yang diperbolehkan turun dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Menurut Ridho, pemilihan lomba menangkap lele memiliki alasan tersendiri. Kegiatan tersebut sesuai dengan karakter wilayah yang dikenal sebagai sentra perikanan air tawar.
Melalui kegiatan itu, pemerintah kecamatan ingin mengenalkan potensi perikanan air tawar kepada generasi muda sejak dini. Selain itu, lomba tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat daya juang dan daya saing di kalangan anak-anak.
“Memang ini khas daerah kita. Di Lorong ini sebagai sentra perikanan air tawar, jadi sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak generasi kita bahwa Lorong sebagai sentra perikanan air tawar di Lombok Timur,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat. Anak-anak tidak hanya diajak merayakan momentum kemerdekaan, tetapi juga diperkenalkan pada potensi lokal dan nilai-nilai kompetitif secara positif.
“Semangat daya juang dan daya saing. Jadi masyarakat kita dengan lomba ini memiliki daya saing dan daya juang. Anak-anak kita ajarkan sejak dini untuk mengenal daya juang dan daya saingnya,” pungkas Ridho.