Pasar 16 Ilir Bersolek, PT BCR Siap Revitalisasi Total Tanpa Hentikan Aktivitas Pedagang

Editor: Nisa author photo

Direktur Utama PT Bima Citra Realty, Ahmad Marzuki saat menghadiri gathering Pasar 16 Palembang (SuaraIndo.id/Dok)
SuaraIndo.id – Wajah baru Pasar 16 Ilir Palembang segera terwujud. PT Bima Citra Realty (BCR) memastikan revitalisasi menyeluruh terhadap salah satu ikon perdagangan tertua di Kota Palembang itu akan segera dimulai dengan mengusung konsep pasar modern yang aman, nyaman, dan tetap mempertahankan nilai sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bima Citra Realty, Ahmad Marzuki, SE, usai menghadiri Gathering Pasar 16 Ilir Palembang bertajuk "Bersama Membangun Masa Depan Melalui Revitalisasi Pasar 16 Palembang" di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Minggu (2/8/2026).

Ahmad menegaskan, revitalisasi bukan sekadar mempercantik tampilan bangunan, melainkan langkah penting untuk menjawab kondisi Gedung Pasar 16 Ilir yang kini telah berusia sekitar tiga dekade. Menurutnya, sejumlah fasilitas vital, terutama sistem kelistrikan dan infrastruktur bangunan, sudah membutuhkan pembaruan agar memenuhi standar keselamatan dan pelayanan pasar modern.

"Keselamatan pedagang dan masyarakat menjadi prioritas utama. Pasar 16 Ilir merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di Palembang, sehingga sudah saatnya dilakukan revitalisasi secara menyeluruh," ujarnya.

Program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut kerja sama pengelolaan antara PT BCR dan Pemerintah Kota Palembang yang telah berjalan sejak 2023. Setelah sempat menghadapi berbagai kendala pada 2024, terutama terkait komunikasi dengan sejumlah pihak, PT BCR kini terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, pedagang, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ahmad mengungkapkan, sejak dipercaya memimpin perusahaan sekitar tiga bulan lalu, fokus utamanya adalah membangun komunikasi yang lebih intensif agar proses revitalisasi berjalan berdasarkan kesepahaman bersama.

Salah satu alasan utama percepatan revitalisasi adalah kondisi instalasi listrik gedung yang, berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar kelayakan. Jika tidak segera diperbarui, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi pedagang maupun pengunjung.

Tak hanya itu, usia bangunan yang semakin tua, menurunnya aktivitas di sejumlah kios, hingga perlunya penataan kawasan agar lebih tertib dan representatif menjadi pertimbangan penting dilaksanakannya revitalisasi.

Sebagai tahap awal, PT BCR akan melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh area gedung, termasuk lantai empat yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selanjutnya, revitalisasi akan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan teknis yang telah disusun.

Meski pembangunan berlangsung, Ahmad memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan normal. Para pedagang akan direlokasi ke area lain di dalam gedung sehingga tidak perlu meninggalkan kawasan Pasar 16 Ilir.

"Kami tidak ingin roda perekonomian berhenti. Pedagang tetap bisa berjualan karena relokasi dilakukan di dalam gedung selama proses revitalisasi berlangsung," katanya.

Ia mengakui proses pembangunan akan membawa sejumlah penyesuaian aktivitas. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara demi menghadirkan pasar yang lebih aman, tertata, dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, revitalisasi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Proyek ini diproyeksikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memberikan kepastian usaha bagi para pedagang, menarik minat investor, hingga menghidupkan kembali geliat ekonomi di kawasan perdagangan bersejarah tersebut.

Meski tampil lebih modern, Ahmad menegaskan karakter khas Pasar 16 Ilir tetap akan dipertahankan. Identitas kawasan sebagai salah satu pusat perdagangan tertua di Kota Palembang tidak akan hilang, melainkan dipadukan dengan berbagai fasilitas baru yang lebih representatif.

Ke depan, revitalisasi juga mencakup penataan kios, pembaruan sistem utilitas, peningkatan sistem keamanan bangunan, hingga kemungkinan penambahan fasilitas vertikal seperti lift berdasarkan hasil kajian teknis.

PT BCR juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk mengenai penataan bangunan yang berada di atas fasilitas umum dan fasilitas sosial agar seluruh proses revitalisasi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Ahmad mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan, keberhasilan revitalisasi sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengelola, pedagang, hingga masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Gedung Pasar 16 Ilir merupakan aset milik Pemerintah Kota Palembang, sedangkan PT Bima Citra Realty bertindak sebagai pengelola berdasarkan kerja sama resmi.

"Alhamdulillah, respons para pedagang sejauh ini sangat positif. Kami berharap revitalisasi ini mendapat dukungan seluruh masyarakat sehingga Pasar 16 Ilir kembali menjadi kebanggaan Kota Palembang sebagai pusat perdagangan modern yang tetap sarat nilai sejarah," tutupnya. (NS) 

Share:
Komentar

Berita Terkini