PDKP Turun Ke Titik Karhutla, Bagikan Minuman Untuk Petugas Pemadam

Editor: Admin author photo

Pemuda Dayak Kota Pontianak turun ke lokasi Karhutla Bantu Petugas Padamkan Api pada Senin (24/8/2026).
Suaraindo.id – Kepedulian terhadap para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat ditunjukkan Pemuda Dayak Kota Pontianak (PDKP).

Pengurus PDKP turun langsung ke sejumlah titik penanganan karhutla dengan membawa minuman bagi para petugas yang tengah bekerja di lapangan. Dukungan tersebut diberikan kepada personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, Polda Kalbar hingga kelompok pemadam kebakaran swasta.

Aksi sosial yang dilakukan pada Senin (24/8/2026) itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan moril kepada para petugas yang harus bekerja di tengah kondisi panas, kepulan asap, medan sulit serta risiko keselamatan selama proses pemadaman.

Dalam kegiatan tersebut, PDKP turut menggandeng Selayar Kopitiam yang memberikan es kopi susu dan sejumlah minuman lainnya untuk para petugas.

Ketua PDKP Pieter Andas Parinatha, SE, mengatakan bantuan yang diberikan memang sederhana. Namun, ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para petugas yang sedang berjuang mengendalikan kebakaran.

“Kami ingin hadir dan memberikan dukungan secara langsung kepada saudara-saudara kita yang sedang berjibaku memadamkan api. Mungkin yang kami berikan tidak seberapa, tetapi kami berharap ini bisa menjadi penyemangat bagi mereka,” ujar Pieter kepada Suarakalbar.co.id, Selasa (25/8/2026).

Menurut Andas, sapaan akrab Pieter Andas Parinatha, dukungan terhadap penanganan karhutla tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan besar. Makanan, minuman, kebutuhan logistik maupun dukungan lain yang dibutuhkan petugas di lapangan juga merupakan bagian dari semangat gotong royong.

Ia menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam. Masyarakat, dunia usaha, komunitas serta organisasi kemasyarakatan juga memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya.

“Kita harus memahami bahwa persoalan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, petugas, dunia usaha, komunitas dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Andas.

Andas mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi. Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman karhutla, terlebih saat kondisi cuaca panas dan kering.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah membesar. Pencegahan jauh lebih penting. Kalau melihat ada potensi kebakaran, segera informasikan kepada pihak terkait. Jangan mengambil tindakan sendiri jika situasinya membahayakan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, kontribusi masyarakat dalam penanganan karhutla tidak selalu harus turun langsung ke lokasi kebakaran. Tidak membakar lahan, menjaga lingkungan dan cepat melaporkan titik api merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kebakaran meluas.

PDKP turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Andas menyebut personel BPBD Kalbar, Polda Kalbar serta kelompok pemadam kebakaran swasta terus bekerja keras melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berada di lapangan. Mereka bekerja ketika sebagian dari kita mungkin sedang beraktivitas seperti biasa. Karena itu, mari kita berikan ruang, dukungan dan penghargaan kepada mereka,” tuturnya.

Menurut Andas, dukungan moral dan logistik sangat berarti bagi petugas karena proses pemadaman karhutla bukan pekerjaan mudah.

Petugas harus menghadapi panas, asap, keterbatasan akses menuju lokasi hingga potensi api kembali muncul setelah berhasil dipadamkan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Aksi PDKP tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada komunitas, organisasi masyarakat dan dunia usaha untuk ikut mengambil bagian dalam penanganan karhutla.

Andas menegaskan, kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki sumber daya yang besar. Bantuan sederhana seperti memberikan minuman kepada petugas yang sedang bekerja pun dapat menjadi bentuk dukungan nyata.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi kelompok masyarakat lainnya. Tidak harus menunggu punya banyak untuk berbuat. Kalau kita bergerak bersama, kepedulian kecil bisa menjadi kekuatan besar,” pungkasnya.

Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Dukungan masyarakat, kepedulian terhadap petugas serta penguatan pencegahan menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga Kalimantan Barat dari ancaman kebakaran dan kabut asap.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini