Pemkot Pontianak Borong Penghargaan, Edi Kamtono: Prestasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

Editor: Admin author photo

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menerima penghargaan dari Gubernur Kalbar Ria Norsan usai upacara 17 Agustus di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Senin (17/8/2026).
Suaraindo.id – Pemerintah Kota Pontianak kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkot Pontianak meraih sejumlah penghargaan atas kinerja pemerintah daerah, mulai dari pelayanan publik, percepatan penurunan stunting, hingga prestasi kelurahan.

Capaian tersebut menjadi bukti berbagai upaya pembenahan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Pontianak terus menunjukkan hasil.

Penghargaan yang diterima Pemkot Pontianak antara lain Indeks Pelayanan Publik (IPP) kategori Pelayanan Prima atau A Tahun 2025 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Pemkot Pontianak juga memperoleh Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik dengan Opini Kualitas Tinggi Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia.

Selain itu, Pemkot Pontianak mendapatkan penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Baik.

Prestasi juga ditorehkan Kelurahan Sungai Jawi yang berhasil meraih Juara I Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sederet penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah. Namun, menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir.

“Penghargaan ini tentu kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan berkualitas,” ujar Edi, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, predikat Pelayanan Prima pada Indeks Pelayanan Publik harus menjadi pemacu bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Menurut Edi, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga ramah, transparan, memiliki prosedur yang jelas, serta memberikan kepastian kepada warga.

“Pelayanan prima bukan hanya nilai atau predikat, tetapi komitmen setiap hari. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir memberi solusi,” katanya.

Edi meminta seluruh organisasi perangkat daerah menjaga konsistensi kualitas pelayanan. Evaluasi dan pembenahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan pemerintah semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai penghargaan hanya menjadi seremonial. Yang paling penting adalah masyarakat merasakan perubahan dan manfaatnya,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penghargaan dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, Edi mengatakan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi sektor kesehatan.

Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, pendidikan keluarga, perlindungan sosial, hingga peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

“Pencegahan stunting harus dilakukan bersama. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, keluarga, posyandu, puskesmas, kader, kelurahan, kecamatan, sampai perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Menurut Edi, capaian klasifikasi Baik menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Pontianak telah berjalan. Namun, ia meminta seluruh pihak tidak berhenti pada capaian tersebut.

Upaya pencegahan harus terus diperkuat hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Hal itu penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar mampu mencegah munculnya kasus baru sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

“Yang kita kejar bukan sekadar penghargaan, tetapi anak-anak Pontianak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.

Edi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, camat, lurah, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung program percepatan penurunan stunting.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi jajaran Pemkot Pontianak untuk memperkuat budaya kerja yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, ukuran keberhasilan pemerintah daerah bukan hanya terletak pada banyaknya penghargaan yang diperoleh, tetapi pada sejauh mana program dan pelayanan pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung. Capaian ini harus kita jadikan semangat untuk bekerja lebih baik, melayani lebih baik, dan membangun Pontianak yang semakin sehat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini