Penumpang Tanpa Tiket Harus Dihilangkan

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID -------
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Dr. Ir. H. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPU., ASEAN Eng., menyoroti pentingnya akurasi manifest penumpang dan kargo.

‎Penerapan sterilisasi di lingkungan pelabuhan, sebagai langkah untuk memastikan setiap penumpang yang naik kapal telah memiliki tiket dan tercatat dalam manifest.

‎“Kita ingin persoalan manifest yang tidak sesuai dengan jumlah penumpang maupun kargo harus dihilangkan. Tidak boleh lagi ada penumpang di atas kapal yang tidak memiliki tiket dan tidak tercatat,” ujarnya.

‎Menurutnya, ketidaksesuaian manifest dapat menyulitkan proses pencarian dan pertolongan apabila terjadi kecelakaan. Selain itu, penumpang yang tidak tercatat juga berpotensi kehilangan hak-haknya, termasuk perlindungan asuransi.

‎Ia mencontohkan, ketika terjadi kecelakaan dan terdapat korban yang ternyata tidak tercatat dalam manifest, proses pencarian dapat menjadi lebih sulit karena jumlah korban yang harus dicari tidak diketahui secara pasti.

‎Samsuddin menekankan sedikitnya tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama untuk mewujudkan budaya keselamatan pelayaran.

‎Pertama, kepatuhan yang berbasis kesadaran, bukan karena takut terhadap sanksi. Penggunaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan kapal dan pelaksanaan prosedur keselamatan harus dilakukan karena kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama.

‎Kedua, penerapan standar dan pemanfaatan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan, informasi cuaca dan teknologi navigasi harus dimanfaatkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

‎Ketiga, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Regulator, operator, pengelola pelabuhan, awak kapal dan masyarakat pengguna jasa harus memiliki komitmen yang sama.

‎“Target zero incident bukan sesuatu yang mustahil. Jika seluruh elemen masyarakat dan elemen maritim, mulai dari regulator, operator, pengelola pelabuhan hingga awak kapal yang berada di garis depan, memiliki komitmen yang sama, saya kira target itu dapat diwujudkan,” kata Samsuddin.

‎Ia berharap kampanye keselamatan pelayaran tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengubah perilaku operasional di lapangan.

‎“Mari kita wujudkan pelayaran Indonesia yang aman, nyaman dan selamat,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini