Suaraindo.id – Keberagaman etnis di Kalimantan Barat bukan
hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga kekuatan penting dalam menjaga
persatuan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat. Semangat tersebut mengemuka
dalam kegiatan Silaturahmi Bersama Mitra Strategis Polda Kalbar yang digelar Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat bersama Polda
Kalbar di Rumah Adat Melayu, Rabu (19/8/2026).
Silaturahmi Bersama Mitra Strategis Polda Kalbar
yang digelar Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat bersama Polda
Kalbar di Rumah Adat Melayu, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi, Perkuat Solidaritas dan Kamtibmas untuk Kalbar Maju Berkelanjutan”. Pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi antara kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat lintas etnis, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar beserta jajaran pejabat utama Polda Kalbar. Hadir pula Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Akta Divia Robinson, serta sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan perwakilan organisasi masyarakat.
Ketua PMP Kalbar, Dede Suratman mengatakan silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun kepercayaan antara masyarakat dan kepolisian.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Peran masyarakat juga sangat diperlukan untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai persoalan sejak dini.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berbagai persoalan di daerah dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Dede.
Ia menambahkan, PMP selama ini telah menjalin kerja sama dengan Polda Kalbar dalam berbagai kegiatan yang mendukung tugas kepolisian. Sebagai organisasi yang menaungi berbagai perkumpulan etnis di Kalimantan Barat, PMP dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, tokoh etnis, organisasi kemasyarakatan, dan aparat keamanan.
“Kami PMP merupakan perwakilan dari masyarakat Kalbar. Di dalamnya ada perkumpulan etnis yang ada di Kalbar,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menekankan pentingnya sinergi seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Menurutnya, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga Kalimantan Barat tetap aman dan harmonis. Kolaborasi tersebut juga penting untuk menghadapi berbagai persoalan aktual yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam dialog tersebut, PMP menyatakan kesiapan untuk turut berkontribusi dalam mengurangi dampak Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Dede mengatakan masyarakat merupakan salah satu kelompok yang merasakan langsung dampak bencana Karhutla. Karena itu, PMP bersama paguyuban dan masyarakat berupaya mengambil bagian dalam penanganan dampak yang ditimbulkan.
“Kami dari PMP, khususnya dari masyarakat, yang pertama adalah yang terdampak Karhutla. Kami juga turut berpartisipasi bersama pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang, untuk membantu mengurangi dampaknya,” jelas Dede.
Keterlibatan tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilakukan oleh jajaran pengurus PMP, tetapi juga melibatkan perwakilan paguyuban dan masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat gerakan bersama di lapangan.
Sinergi antara Polda Kalbar, pemerintah daerah, PMP, paguyuban, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai organisasi diharapkan tidak berhenti pada forum silaturahmi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga keamanan, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus menghadapi berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
Dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dan memperkuat semangat gotong royong, Kalimantan Barat diharapkan mampu menjaga persatuan sekaligus mendorong terciptanya daerah yang aman, harmonis, dan maju secara berkelanjutan. (Man)