Suaraindo.id – Sekitar 700 siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan sekolah, Rabu (5/8/2026). Aksi tersebut berlangsung setelah beredarnya video viral di media sosial yang diduga melibatkan dua oknum guru di sekolah tersebut.Ratusan siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah, Rabu (5/8/2026), menyusul beredarnya video viral di media sosial yang diduga melibatkan dua oknum guru.
Para siswa mulai berkumpul sejak pukul 09.20 WIB. Dalam aksi itu, mereka menyampaikan tuntutan agar dua guru yang disebut dalam persoalan tersebut tidak lagi menjalankan aktivitas mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Penyampaian aspirasi tersebut turut didampingi Ketua Komite Sekolah SMKN 1 Mempawah Hilir, Aidimansyah. Ia memastikan kegiatan berlangsung tertib dan meminta seluruh pihak menjaga situasi agar tetap kondusif.
Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno, mengimbau para siswa agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah.
Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan ditangani melalui mekanisme yang berlaku dengan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Sekolah. Para siswa juga diminta tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
“Kami meminta siswa tetap menjaga ketertiban dan mempercayakan penyelesaian persoalan ini kepada pihak yang berwenang sesuai aturan yang berlaku,” ujar Bambang.
Untuk memastikan kondisi tetap aman, Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan bersama personel Polres Mempawah turun langsung memberikan imbauan kepada para siswa.
Kepolisian meminta siswa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun sekolah serta mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar sebelum adanya hasil pendalaman dari pihak terkait.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak sekolah menggelar pertemuan di aula sekolah yang dihadiri kepala sekolah, komite sekolah, dan perwakilan siswa.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan siswa bersama komite menyampaikan surat pernyataan berisi aspirasi agar dua guru yang disebut dalam persoalan video viral tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Selain itu, siswa juga meminta pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk mempersiapkan tenaga pengajar pengganti apabila diperlukan.
Ketua Komite Sekolah Aidimansyah meminta seluruh siswa tetap menjaga ketenangan dan kembali fokus mengikuti proses pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan siswa akan menjadi perhatian pihak sekolah, komite, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk dikaji sesuai ketentuan yang berlaku.
“Aspirasi siswa akan kami perjuangkan melalui jalur yang tepat. Namun yang paling penting, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” kata Aidimansyah.
Sekitar pukul 10.35 WIB, personel Polres Mempawah bersama Polsek Mempawah Hilir melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap dua oknum guru keluar dari lingkungan sekolah guna menjaga situasi tetap kondusif.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut akhirnya berakhir dengan aman dan tertib. Aktivitas pembelajaran di SMKN 1 Mempawah Hilir tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Hingga kini, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat masih melakukan pendalaman terkait persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.[SK]