SUARAINDO.ID --------- Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menggenjot pendataan masyarakat melalui aplikasi PerlinSOS.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. Juaini Taufiq, meminta seluruh agen yang terlibat dalam pendataan lebih agresif melakukan pendaftaran mengingat batas waktu yang semakin dekat.
Juaini mengatakan, proses pendataan ditargetkan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan agen pendataan, untuk memperluas sosialisasi agar target pendaftaran dapat tercapai.
“Waktu kita tinggal mepet, sampai tanggal 31 Agustus. Kita mohon ada pemberitaan dan penyebarluasan informasi,” kata Juaini.
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi PerlinSOS. Salah satu syaratnya adalah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Namun, bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengaktifkan IKD, pemerintah telah menyiapkan pendampingan di tingkat desa.
ASN yang bertugas di kantor desa dapat membantu proses tersebut. Selain itu, kader Posyandu juga telah diaktifkan IKD-nya untuk membantu masyarakat.
“Kalau Bapak-Ibu belum bisa mengaktivasi IKD, silakan ada ASN yang sedang bekerja di kantor desa, manfaatkan. Kader Posyandu juga semua sudah kita aktifkan IKD-nya,” ujarnya.
Juaini menyebut jumlah kepala keluarga (KK) di Lombok Timur mencapai 501.146 KK. Pemerintah daerah berharap seluruh KK tersebut sudah terdaftar dalam aplikasi PerlinSOS paling lambat 31 Agustus mendatang.
Untuk mengejar target tersebut, ia meminta seluruh agen pendataan meningkatkan intensitas pendataan di lapangan.
Sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat juga dinilai penting agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pemutakhiran data.
“Semua agen diminta lebih agresif melakukan pendataan melalui aplikasi PerlinSOS,” tegasnya.
Pemkab Lombok Timur berharap percepatan pendataan ini dapat memastikan seluruh keluarga tercatat dalam sistem, sehingga data yang tersedia semakin lengkap dan dapat menjadi dasar dalam penyaluran program perlindungan sosial secara lebih tepat sasaran.