Wabup Sanggau Susana Terima Gelar Pangeran Putri Nata di Penutupan Festival Robo-Robo 2026

Editor: Redaksi author photo

Wabup Sanggau Susana Terima Gelar Pangeran Putri Nata di Penutupan Festival Robo-Robo 2026
Suaraindo.id – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menghadiri malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 yang digelar Kekerabatan Kerajaan Mempawah Amantubillah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Susana Herpena menerima anugerah penghargaan Yang Mulia Bakti Amantubillah dengan gelar Pangeran Putri Putri Nata. Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus amanah untuk turut menjaga nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan kebersamaan antarmasyarakat.

Prosesi adat Toana dan Penganugerahan Gelar Kekerabatan II berlangsung di Keraton Amantubillah, Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur. Prosesi dipimpin langsung Yang Mulia Raja Mempawah XIV, Mohammad Hafizh Adinugraha.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Yang Mulia Raja Mempawah XIII, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, Yang Mulia Ratu Sinuhun Kencana Wangsa Arini Mariam, Yang Mulia Pangeran Patih Jaya Kerta Mohammad Hakim Adiprasetya, serta para kerabat istana dan Laskar Keraton Amantubillah Mempawah.

Penganugerahan gelar kekerabatan menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara Keraton Amantubillah dengan berbagai elemen masyarakat, baik lintas suku, daerah, provinsi, maupun antarnegara. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai kesantunan, tenggang rasa, dan saling menghormati.

Susana Herpena mengatakan Festival Robo-Robo sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia perlu terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Robo-Robo merupakan warisan budaya yang patut kita banggakan dan lestarikan bersama. Saya berharap pelaksanaannya dari tahun ke tahun semakin baik, semakin meriah, serta mampu merangkul semakin banyak kerajaan dan komunitas budaya, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari berbagai penjuru dunia,” ujarnya.

Menurutnya, Festival Robo-Robo tidak hanya menjadi momentum pelestarian tradisi dan budaya Mempawah, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat silaturahmi dan persatuan masyarakat.

“Festival Robo-Robo bukan sekadar momentum pelestarian tradisi dan budaya Mempawah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, serta semangat menjaga keberagaman di Kalimantan Barat. Mari terus kita rawat warisan budaya, kita kuatkan persaudaraan, dan kita jaga keberagaman sebagai kekayaan yang menyatukan,” tambahnya.

Malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 sekaligus menjadi momentum yang memperlihatkan peran budaya dalam menjembatani keragaman. Pelestarian tradisi dan pemberian gelar kekerabatan diharapkan semakin memperkuat hubungan antardaerah serta semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat.[man]

Share:
Komentar

Berita Terkini