Suaraindo.id– Dewan Pers menggelar kegiatan Workshop “Peliputan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024 disalah satu hotel Kota Pontianak, Kamis (18/7/2024).
Kegiatan ini bertujuan semakin meningkatkan kualitas peliputan media yang ada di Kalimantan Barat.
Workshop itu juga melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalteng serta praktisi pers, selaku narasumber.
Peserta workshop merupakan pimpinan media massa, ahli pers dan konstituen Dewan Pers, serta puluhan wartawan di Provinsi Kalbar.
Anggota Dewan Pers, Arif Zukifli yang membahas topik mengenai peran, fungsi, tanggung jawab posisi pers dan wartawan terkait Pilkada menjelaskan, pers memiliki peran dalam melakukan edukasi melalui informasi yang proporsional tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.
“Tugas kita sebagai wartawan atau Media adalah menjaga kondusifitas dalam masyarakat dan menumbuhkan rasa aman dalam kontestasi politik atau pilkada yang akan datang,”katanya.
Menurutnya, interaksi masyarakat dalam pemberitaan Pemilu dan Pilkada oleh pers akan sangat membantu untuk melihat parameter tingkat terjadi.
“Rugi sekali kita sebagai Media jika masyarakat sampai terbawa arus konflik kepentingan dalam pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu, oleh sebab itu media sangat penting untuk menjaga keutuhan dalam masyarakat,” jelasnya.
Arif juga menjelaskan, bahwa setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan dalam pilkada.
“Media hanya dapat memberikan informasi dan pelajaran kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka, bahwa masyarakat bebas memilih sesuai referensi masing-masing dan media hanya dapat mengedukasi agar masyarakat tetap kondusif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Komisi Hukum dan Perundang Undangan Dewan Pers ini juga mengatakan, sebagai media kita juga bisa berkaca kepada dua pemilu sebelumnya yang dimana muncul fenomena baru yaitu media sosial.
“Bisa dikatakan kita sebagai media resmi yang terlindungi oleh undang-undang dewan pers seperti tak berdaya dengan fenomena baru yaitu media sosial yang anonymouse (tak terdeteksi), karena media sosial ini mereka dapat menyebarkan informasi apapun tanpa memiliki informasi yang jelas,” pungkasya.
Peran pers dalam melakukan edukasi melalui informasi yang proporsional tentang Pemilu dan Pilkada, sehingga masyarakat dapat diajak untuk berperan serta mengawasi tahapan persiapan pelaksanaan, penyelenggaran, termasuk peserta Pemilu dan Pilkada.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS