Suaraindo.id – Suasana sederhana dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan “ngopi santai” bersama Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Meski berlangsung santai, perbincangan yang mengalir hangat tersebut sarat makna dan membahas arah masa depan pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang menyampaikan langsung berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
“Kondisi infrastruktur jalan di Ketapang masih menjadi tantangan besar. Kami berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR agar beberapa ruas strategis dapat diprioritaskan, baik peningkatan status menjadi jalan nasional maupun melalui program Inpres Jalan Daerah,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jika konektivitas terbangun dengan baik, maka sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga UMKM akan tumbuh lebih cepat. Ini bukan hanya tentang jalan, tetapi tentang masa depan masyarakat Ketapang,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lasarus yang telah empat periode menjadi anggota DPR RI dan dua periode dipercaya memimpin Komisi V menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepentingan daerah.
“Sebagai putra Kalimantan Barat, tentu saya punya tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kebutuhan daerah. Infrastruktur adalah kunci pemerataan pembangunan. Kalau akses terbuka, ekonomi bergerak,” tegas Lasarus.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program pembangunan.
“Kita harus satu suara dan satu tujuan. Komisi V akan terus mendorong kementerian mitra kerja agar program pembangunan benar-benar menyentuh daerah, termasuk Ketapang. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kita kawal bersama,” katanya.
Dalam perbincangan tersebut, turut dibahas tiga usulan utama, yakni perubahan status sejumlah ruas jalan menjadi jalan nasional, penanganan infrastruktur jalan strategis di Kabupaten Ketapang, serta usulan melalui program Inpres Jalan Daerah Tahun 2027. Seluruhnya dinilai sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan konektivitas dan pemerataan pembangunan.
Dari meja kopi sederhana itu, tersirat komitmen bersama bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan hubungan baik, komunikasi intensif, dan semangat gotong royong lintas tingkatan pemerintahan.
Pertemuan hangat tersebut menjadi simbol bahwa putra daerah mampu berdiri kokoh di Senayan tanpa melupakan kampung halaman. Dari obrolan santai yang penuh keakraban, harapan untuk Ketapang dan Kalimantan Barat yang lebih maju terus dirajut bersama, berkeadilan, dan berkelanjutan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













