SUARAINDO.ID —— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Shulhi, menegaskan pentingnya penguatan sinergisitas lintas elemen masyarakat dalam mengawal kerukunan umat beragama guna menjaga stabilitas keamanan daerah.
Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah diskusi kerukunan umat beragama yang melibatkan tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan komunitas dan unsur pemerintah di Lombok Timur, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membuka ruang komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam penyampaian informasi yang benar dan menyejukkan.
Kerukunan umat beragama sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola dan menyampaikan informasi yang baik, benar, dan tepat kepada masyarakat.
Saat ini arus informasi begitu cepat, baik secara langsung maupun melalui digitalisasi, sehingga dibutuhkan peran bersama untuk meluruskan informasi yang keliru.
Sulhi mengingatkan, maraknya informasi yang tidak terverifikasi di tengah masyarakat berpotensi memicu kesalahpahaman hingga gangguan terhadap keharmonisan sosial.
Karena itu, Sulhi mengajak seluruh elemen, khususnya tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk menjadi rujukan informasi yang menenangkan dan mencerahkan.
Diinamika global yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah, turut memengaruhi persepsi dan kondisi sosial masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Indonesia.
“Kondisi global yang terjadi saat ini tentu berdampak luas. Karena itu, kita perlu bijak dalam menyikapi informasi, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas, kerukunan umat beragama di Lombok Timur dapat terus terjaga, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kemenag Lotim Tekankan Sinergi Jaga Kerukunan Antar Beragama dan Stabilitas Daerah













