SUARAINDO.ID ——- Puluhan pedagang korban kebakaran di Pasar Umum Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, mengaku belum menerima bantuan yang sebelumnya dijanjikan.
Mereka menilai proses pendataan penerima bantuan tidak merata dan dinilai tidak adil.
Salah seorang pedagang, Lalu Zainal Ahyar, mengatakan masih banyak pedagang terdampak yang belum tercatat sebagai penerima bantuan.
Ahyar menduga, pendataan yang dilakukan pihak pasar tidak menyeluruh karena hanya dilakukan pada waktu tertentu saat sebagian pedagang belum hadir.
“Iya, masih banyak yang belum dapat. Waktu pendataan, katanya hanya pagi saja. Banyak pedagang belum datang, jadi tidak terdata. Saya sendiri punya los 1, los 2, dan lapak sewa. Di situ saya dan istri jualan konveksi, pecah belah, dan mainan. Kerugian besar, tapi nama saya tidak ada di data penerima,” ujarnya.
Ahyar berharap pembagian bantuan dilakukan secara adil dan tepat sasaran.
Menurutnya, ada pedagang yang tidak menetap di pasar justru menerima bantuan, sementara pedagang yang benar-benar terdampak malah tidak masuk daftar.
Keluhan serupa disampaikan pedagang konveksi, lainnya, Yurnalis menilai pendataan tidak dilakukan secara objektif.
“Kerugian kami sudah banyak, tapi pendataan tidak adil. Ada pedagang yang sudah tidak aktif, bahkan lapaknya sudah dijual, tapi tetap dapat bantuan,” katanya.
Pedagang konveksi lainnya, Zulpan, juga mempertanyakan dasar pendataan yang disebut dilakukan seminggu sebelum kejadian kebakaran.
Zulpan menyebut ada nama-nama yang sebelumnya tidak aktif justru muncul sebagai penerima bantuan.
“Kalau memang dananya terbatas, sebaiknya dibagi rata saja. Kami juga ikhlas kalau dikurangi asal adil. Banyak pedagang konveksi yang modalnya di atas Rp100 juta, bahkan ada yang Rp300 juta, tapi tidak dapat bantuan sama sekali,” ungkapnya.
Para pedagang berharap ada pendataan ulang bagi pedagang yang benar-benar aktif berjualan setiap hari dan terdampak langsung akibat kebakaran.
Sementara itu, Kepala Pasar Umum Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, Sukarlan, menyatakan bantuan yang diberikan kepada pedagang korban kebakaran masing-masing sebesar Rp2 juta.
Sukarlan menegaskan pendataan telah dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
“Semua sudah didata sesuai di lapangan. Awalnya terdata 164 pedagang, namun berkembang menjadi lebih dari 200 pedagang,” jelasnya.













