Dinkes Ketapang Rampungkan Pembangunan RS Pratama Sandai pada 2025 dan Fokus Program Simpati

  • Bagikan
Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dr. Feria Kowira saat wawancara bersama suaraindo.id

Suaraindo.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang dr. Feria Kowira memastikan akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Pratama Sandai, proyek tersebut mangkrak dan sudah menelan Rp25 miliar APBD Ketapang.

Harapan masyarakat Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang untuk menikmati pelayanan kesehatan secara lengkap tampaknya harus tertunda. Sebab, pembangunan Rumah Sakit yang dibangun 2021 silam di wilayah tersebut hingga kini belum beroperasi.

Berdasarkan pantauan Suaraindo.id pada Sabtu (10/8/2023) di lokasi bangunan RS Pratama Sandai, terdapat beberapa titik pada bangunan yang sudah mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan yang terpantau yakni, adanya cat yang sudah mulai terkelupas dan dilumuri jamur akibat air. Paling parah adalah dek di bagian kanan bangunan dalam keadaan hancur total.

Sebelamnya, Kepala Dinas Kesahatan Ketapang, Feria Kowira memastikan tetap melanjutkan pembangunan RS Pratama Sandai. Kelanjutannya, menurut dia Anggaran sudah disetujui untuk tahun 2025.

“Pasti akan dilanjut. anggaran sudah di setujui bupati dan DPRD untuk tahun 2025, tinggal kita tunggu nanti realisasi penyelesaian pembangunan Rumah ,” kata Feria Kowira, Senin (12/05/2024).

Kadis kesehatan menyebut bahwa waktu untuk kelanjutan pembangunan. Dia menyebut masih terus berkoordinasi dengan Direktur RS. Agoedjam untuk melanjutkan RS. Sandai.

“Kita terus berkoordinasi dengan Direktur Agoedjam untuk melanjutkan pembangunan RS. Sandai karena sudah dianggarkan untuk tahun 2025″ tegas Mantan Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang ini.

Selain menyelesaikan Pembangunan RS. Pratama Sandai Dinas Kesehatan juga memiliki program unggulan yaitu menurunkan kasus kematian dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2022 yang dari 8 kasus menjadi 20 kasus kematian di tahun 2023 di Kabupaten Ketapang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain terlambat dalam mengenali risiko tanda bahaya dan terlambat pengambilan keputusan, sehingga pasien dirujuk ke RS sudah dalam keadaan yang terlambat. Masih banyak juga ditemui ibu hamil atau bersalin melahirkan bukan difasilitas kesehatan, sehingga apabila ditemukan kesulitan membuat terlambatnya dalam tindakan dan rujukan.

Dalam upaya penurunan angka kematian Ibu Hamil di Kabupaten Ketapang Kepala Dinas Kesehatan dr. Feria Kowira, melakukan sebuah prgram perubahan yang bernama SIMPATI (Selamatkan Ibu Hamil Melalui Persalinan Aman dan Pasti). dimana ibu hamil dapat melahirkan dengan aman, dengan petugas kesehatan yang terlatih, sarana dan prasarana yang memadai serta peran lintas sektor yang mendukung.

“Saya sudah 1 tahun memimpin dinas Kesehatan Ketapang, kami sudah banyak berinovasi, adapun salah satu program unggul kami yaitu bernama SIMPATI (Selamatkan Ibu Hamil Melalui Persalinan Aman dan Pasti), ibu hamil dapat melahirkan dengan aman, karena didukung oleh petugas kesehatan yang terlatih serta sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan