Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Panen Padi di Mempawah, Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional

  • Bagikan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan melaksanakan panen padi di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Anjungan, Kelurahan Anjungan Melancar, Rabu (7/1/2026). SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan melaksanakan panen padi di Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen padi serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambungan nasional, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Ia menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi penting bagi kekuatan dan kedaulatan bangsa.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, keberhasilan tersebut tercermin dari ketersediaan cadangan beras nasional lebih dari 3 juta ton di gudang pemerintah hingga akhir 2025. Capaian itu menjadi bukti nyata ketahanan pangan Indonesia sekaligus kekuatan bangsa dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si. menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya panen padi di Kabupaten Mempawah. Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi pertanian yang sangat besar, terutama dari luas lahan persawahan yang tersedia.

“Tadi saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Krisantus.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Gubernur memiliki target besar agar Kalbar ke depan mampu mandiri dalam memproduksi padi, sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

“Artinya kita harus mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi,” tegasnya.

Krisantus juga menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi petani sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian yang menjanjikan.

“Alhamdulillah, harga gabah sudah ditetapkan pemerintah. Dengan kondisi ini, sawah bisa menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Apalagi jika bisa panen hingga empat kali setahun, tentu dampaknya sangat besar bagi perekonomian,” jelasnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi, produktivitas, hingga kesejahteraan petani.

Di tempat yang sama, Bupati Mempawah Erlina menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan Kabupaten Mempawah dalam menopang ketahanan pangan daerah. Keberhasilan swasembada pangan nasional, menurutnya, menjadi bukti bahwa petani Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan dukungan kebijakan, pendampingan, dan sinergi lintas sektor.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui penguatan peran penyuluh pertanian, peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, serta pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal,” ujar Erlina.

Ia optimistis capaian swasembada pangan dapat terus dipertahankan demi mewujudkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian daerah.

“Kita optimistis swasembada pangan di Kabupaten Mempawah dapat terus terjaga untuk kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini terus mengakselerasi pencapaian swasembada pangan melalui berbagai program strategis, seperti Optimalisasi Lahan (OPLAH), Gerakan Tanam Padi Serentak, serta dukungan infrastruktur pengairan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, dengan target surplus beras dan penguatan lahan siap tanam.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan