Cabai Alami Kenaikan,Pemko Palangka Raya Upayakan Stabilkan Harga

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat diwawancarai wartawan

Suaraindo.id – Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya menstabilkan harga Pangan , khususnya komoditi cabe merah dan cabe rawit yang dalam beberapa minggu terakhir, sedikit mengalami kenaikan harga.

Menanggapi hal tersebut, wakil wali kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pemerintah Kota Palangka Raya,telah berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi guna menstabilkan kenaikan harga cabai di kota Palangka Raya, terutama cabe rawit dan cabe kriting.

“Beberapa daerah memang mengalami kenaikan terkait harga cabe. Untuk kota Palangka Raya,hari ini memang mengalami sedikit kenaikan seperti harga cabe merah dan Rawit, tadi kita mendapat arahan dari pemerintah pusat untuk menjalin kerjasama antar daerah produsen cabe, karena Kondisi pertanian kota Palangka Raya kan, sebagian besar sebagai konsumen,” ucap Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai menghadiri rapat paripurna ke-4 DPRD Kota Palangka Raya, di kantor DPRD Kota Palangka Raya, Senin (18/05/2025).

Menurutnya pemerintah Kota Palangka Raya,sudah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Karo Sumatera Utara, sebagai upaya menjalin kerjasama antar daerah dalam rangka hal pemenuhan kebutuhan pangan terhadap cabe, stabilisasi harga dan pasokan.

“Kita sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Karo, sumatera Utara, sebagai bagian langkah antisipasi dan stabilisasi harga melalui pasokan dari luar daerah, karena disanakan harga, tergolong rendah untuk komoditi cabe,” kata Achmad Zaini.

Dirinya juga mengakui untuk harga cabe di kota Palangka Raya,masih tergolong rendah dan masih terjangkau. Agar pasokan kebutuhan akan Cabe ini tetap stabil dan terus tersedia, Pemko Palangka Raya melakukan upaya kerjasama dari luar daerah penghasil cabe terbesar dengan harga yang cukup murah.

“Kemaren 3 orang utusan dari bupati Kabupaten Karo para pengusahanya ada datang ke kota Palangka Raya, setelah dihitung-hitung kemungkinan mereka akan masuk, terutama untuk cabe besar, ada juga kentang,kol, wortel termasuk buah-buahan juga akan didatangkan dari sana. Untuk Cabe di kota Palangka Raya sebenarnya masih tergolong rendah dan terjangkau,” ungkap Achmad Zaini.

Untuk komoditi cabe rawit sendiri, Achmad Zaini menjelaskan bahwa cabe rawit untuk Kota Palangka Raya saat ini didatangkan dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Untuk Cabe Rawit, kita mendapatkan pasokan dari Kalsel, kemungkinan harga cabe rawit mengalami sedikit kenaikan karena, memang berkurang dari para petaninya atau akibat gagal panen, tetapi Tim pengendali inflasi daerah (TPID) sudah melakukan upaya koordinasi dengan kabupaten penghasil cabe rawit, mudah-mudahan pasokan kembali normal dan stabil, untuk harga komoditas pangan yang lain,di Kota Palangka Raya,masih baik,” pungkasnya.

  • Bagikan