Bupati Ketapang Kawal Jalan Tumbang Titi–Tanjung, Rp17 Miliar Digelontorkan

Editor: Admin author photo

 Bupati Ketapang saat meninjau pembangunan jalan Kekura- Mahawa.
SuaraIndo.id — Pembangunan jalan di wilayah pedalaman Ketapang kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau langsung pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Tumbang Titi–Tanjung di Dusun Kekura, Desa Mahawa, Sabtu (4/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026 itu berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas, waktu pengerjaan maupun manfaat yang akan dirasakan masyarakat.

Proyek tersebut memiliki pagu anggaran Rp17 miliar untuk peningkatan jalan sepanjang hampir tiga kilometer. Ruas ini menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat di wilayah pedalaman, terutama untuk mendukung mobilitas warga, distribusi hasil perkebunan dan pertanian, serta akses menuju pusat pelayanan publik.

Alexander mengatakan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

“Peningkatan ruas Tumbang Titi–Tanjung ini merupakan harapan besar masyarakat. Dengan alokasi anggaran Rp17 miliar tahun ini, kita berharap akses transportasi semakin baik, waktu tempuh semakin singkat, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat,” ujar Alexander.

Menurut dia, pembangunan jalan dan jembatan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Ketapang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan kebutuhan infrastruktur di daerah dapat ditangani secara bertahap.

Alexander juga menegaskan akan mengawal keberlanjutan pembangunan pada ruas jalan yang masih membutuhkan penanganan.

"Saya akan terus mengawal dan mengusulkan keberlanjutan peningkatan ruas jalan yang masih membutuhkan penanganan. Kita ingin konektivitas antarwilayah semakin kuat dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Peninjauan lapangan, kata Alexander, tidak semata-mata untuk melihat perkembangan pekerjaan. Pemerintah juga perlu memastikan setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.

Ia mengajak masyarakat turut mengawasi proses pembangunan sekaligus menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

"Mari kita jaga semangat gotong royong. Pembangunan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Apa yang dibangun dengan uang rakyat harus kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Alexander.

Peningkatan ruas Tumbang Titi–Tanjung menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pedalaman.

Jalan yang semakin baik diharapkan memperlancar arus orang dan barang, menekan waktu tempuh, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Konektivitas yang kuat juga akan memperluas akses terhadap pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Jalan dan jembatan merupakan fondasi yang menentukan seberapa kuat keterhubungan masyarakat pedalaman dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Dari Dusun Kekura, komitmen itu kembali ditegaskan. Pembangunan berkeadilan tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus menjangkau masyarakat di pelosok.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, pembangunan harus kita kawal bersama agar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri,” kata Alexander.

Share:
Komentar

Berita Terkini