Suaraindo.id– PT Dharma Inti Bersama (DIB) menyalurkan bantuan alat tangkap ikan berupa jaring insang dan 2.500 kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Perikanan Tangkap Corporate Social Responsibility (CSR) DIB untuk mendukung produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat nelayan..jpeg)
Nelayan beserta staf CSR PT Dharma Inti Bersama setelah penyerahan bantuan alat tangkap ikan. (suaraindo.id/ist)
External Relation Manager PT DIB Sugeng Sulistiyo mengatakan bantuan alat tangkap tersebut merupakan hasil komunikasi dan identifikasi kebutuhan yang dilakukan tim CSR bersama kelompok nelayan Desa Pelapis.
"Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan," ujarnya pada (6/7/2026).
Menurut Sugeng, diversifikasi alat tangkap menjadi penting, terutama ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan penggunaan metode tangkap tertentu. Dengan semakin banyak pilihan alat tangkap, nelayan memiliki fleksibilitas untuk tetap melaut dan memperoleh penghasilan.
Ia juga mengimbau agar bantuan dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta tidak dipindahtangankan maupun diperjualbelikan. Evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan, lanjutnya, akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan berikutnya.
"Kami berharap para nelayan juga dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus menyusun program-program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis," tambahnya.
Jaring insang (gill net) merupakan alat tangkap berbentuk jaring yang dipasang vertikal di perairan untuk menangkap ikan yang melintas. Sementara pancing rawai (longline) adalah alat tangkap berupa tali panjang yang dilengkapi banyak mata kail berumpan sehingga efektif menangkap berbagai jenis ikan bernilai ekonomis sekaligus tetap ramah lingkungan.
Ketua kelompok nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, mengatakan bantuan tersebut memberikan alternatif alat tangkap bagi nelayan yang selama ini mengandalkan kelong.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami cuma punya satu cara menangkap ikan, pakai kelong. Sekarang kami punya cara lain dengan jaring insang sehingga peluang mendapat hasil tangkapan jadi lebih besar," ujarnya.
Ia juga menilai program CSR DIB membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.
"Kami merasa lebih mudah berkomunikasi. Kalau ada kebutuhan atau usulan, sekarang ada tempat untuk menyampaikan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan bersama para nelayan yang membutuhkan alternatif alat tangkap di tengah kondisi cuaca yang sering berubah.
"Kami berterima kasih kepada CSR DIB yang sudah membantu kami. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, tetapi sekarang kami bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai kebutuhan yang kami usulkan bersama," ungkapnya.
Menurut Sandi, bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung perekonomian rumah tangga nelayan ketika kondisi laut tidak memungkinkan penggunaan alat tangkap yang biasa digunakan.
Program bantuan alat tangkap ini melengkapi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan DIB di Desa Pelapis di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kawasan Industri Pulau Penebang yang dikelola DIB sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan sebagai kawasan hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi. [AH]
Baca juga:
Komentar