Suaraindo.id – Di balik padatnya aktivitas
pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129
Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, terdapat kisah sederhana
yang menggambarkan eratnya hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat. Salah
satunya hadir melalui kotak besek berisi ikan bandeng presto yang diproduksi
warga setempat.
Kotak Besek Ikan Bandeng Presto Warnai Kebersamaan Satgas TMMD di Desa Cukil
Pengrajin ikan bandeng presto, Yitno (55), warga Dusun Gompyong, RT 16/RW 05, Desa Cukil, menjadi salah satu pelaku usaha lokal yang ikut merasakan semangat kebersamaan selama pelaksanaan TMMD. Produk olahannya yang dikemas dalam besek bambu menjadi hidangan sederhana yang dinikmati anggota Satgas TMMD bersama warga di sela-sela waktu istirahat usai bekerja, Sabtu (25/7/2026).
Suasana penuh keakraban terlihat saat prajurit dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan tersebut. Canda tawa dan obrolan ringan mengiringi momen makan bersama, menciptakan hubungan yang semakin dekat tanpa sekat.
Bagi Yitno, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik bagi desa, tetapi juga memberikan semangat baru bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil. Ia merasa bangga dapat berkontribusi melalui hasil usahanya sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan TMMD.
Program TMMD memang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti pembukaan jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Kotak besek berisi ikan bandeng presto yang tersaji di tengah kegiatan menjadi simbol sederhana dari ketulusan dan kepedulian warga Desa Cukil. Dari hidangan itulah terjalin silaturahmi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang semakin erat.
Melalui momen-momen sederhana seperti ini, TMMD membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui ikatan hati dan persaudaraan yang tumbuh bersama rakyat. [rls]