Suaraindo.id – Mahasiswa KKN 116 Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin
(Unhas) meluncurkan program SAFE TOUR (Safety Signage
for Tourism) di Kawasan Wisata Jembatan Pelangi, Desa Lagading,
Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program tersebut diwujudkan
melalui pemasangan spanduk rambu keselamatan sebagai upaya meningkatkan
kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya aspek keselamatan di
kawasan wisata..jpeg)
Mahasiswa KKN Unhas Resmikan Program SAFE TOUR
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) pukul 14.00–17.00 WITA itu merupakan program kerja individu yang digagas oleh Nadila Angel Beniana, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Desa Lagading, H. Abdullah, S.IP., didampingi perangkat desa, masyarakat, serta sejumlah pengunjung yang hadir.
Program SAFE TOUR lahir dari kepedulian terhadap pentingnya penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan wisata. Meski menjadi lokasi rekreasi, kawasan wisata tetap memiliki potensi bahaya seperti terpeleset, terjatuh dari ketinggian, hingga risiko tenggelam apabila pengunjung tidak memperoleh informasi keselamatan yang memadai.
Melalui pemasangan spanduk rambu keselamatan, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan media edukasi yang mudah dipahami untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menumbuhkan budaya sadar keselamatan (safety awareness) di tengah masyarakat.
Spanduk yang dipasang memuat berbagai pesan penting, mulai dari imbauan menjaga keselamatan diri, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar jembatan dan sungai, menjaga kebersihan kawasan wisata, hingga ajakan bersama menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.
Selain memasang media informasi, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi singkat kepada masyarakat dan wisatawan mengenai arti setiap rambu keselamatan serta pentingnya mematuhi pesan-pesan yang disampaikan.
Kepala Desa Lagading, H. Abdullah, S.IP., mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Hasanuddin yang dinilai memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan destinasi wisata desa.
"Keberadaan rambu keselamatan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga keselamatan selama berada di kawasan wisata. Kami berharap masyarakat dan seluruh pengunjung dapat mematuhi setiap imbauan yang disampaikan sehingga Jembatan Pelangi tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi Desa Lagading," ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab program, Nadila Angel Beniana, mengatakan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan.
"Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola wisata, tetapi juga seluruh pengunjung. Melalui program SAFE TOUR, kami ingin menghadirkan media edukasi yang sederhana namun efektif agar masyarakat semakin sadar akan potensi risiko di kawasan wisata. Harapannya, budaya keselamatan dapat tumbuh sebagai kebiasaan sehingga setiap orang dapat menikmati wisata dengan rasa aman dan tetap memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain," jelasnya.
Menurut Nadila, program tersebut juga menjadi implementasi nyata penerapan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di luar lingkungan industri. Konsep K3 dinilai relevan diterapkan di ruang publik dan kawasan wisata sebagai bentuk pengendalian risiko serta pencegahan kecelakaan melalui penyediaan informasi keselamatan yang jelas, mudah dipahami, dan mudah diakses masyarakat.
SAFE TOUR turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan cedera, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pengembangan kawasan wisata yang aman dan inklusif, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Lagading, dan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 116 Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap budaya keselamatan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat pada setiap pengunjung. Kehadiran rambu keselamatan di Kawasan Wisata Jembatan Pelangi diharapkan mampu menjadi pengingat agar setiap aktivitas wisata selalu mengutamakan keselamatan, sehingga destinasi tersebut terus berkembang sebagai objek wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. [rls]