Suaraindo.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk kembali menguatkan komitmen dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan berkualitas. Semangat tersebut diwujudkan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
PT BAI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan PPKB Mempawah, BKKBN, Puskesmas Sungai Kunyit, bidan desa, dan kader posyandu terus memperluas pelaksanaan Program Penanganan Stunting.
Melalui Program Penanganan Stunting Bersama Puskesmas Sungai Kunyit, PT BAI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Mempawah, BKKBN, Puskesmas Sungai Kunyit, bidan desa, serta kader posyandu.
Program yang berlangsung selama 56 hari, mulai 23 Juni hingga 17 Agustus 2026 tersebut menyasar 51 anak di enam desa wilayah Kecamatan Sungai Kunyit, yakni Desa Bukit Batu, Sungai Bundung Laut, Sungai Kunyit Laut, Sungai Kunyit Dalam, Sungai Kunyit Hulu, dan Sungai Duri II.
Asisten Manajer CSR PT BAI, Join Wira Pranata Sembiring, melalui Staf CSR Nur Azizah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen PT BAI dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak serta membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan stunting," ujar Nur Azizah.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak penerima manfaat mendapatkan dukungan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT), susu formula, serta berbagai asupan nutrisi pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Selain pemberian nutrisi, tenaga kesehatan juga melakukan pendampingan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala guna memastikan intervensi yang diberikan berjalan efektif.
"Selain pemberian makanan tambahan, tenaga kesehatan melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin agar perkembangan mereka dapat terus dipantau," jelasnya.
Nur Azizah menjelaskan, Program Penanganan Stunting PT BAI telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2024.
Pada tahap awal, program dilaksanakan di Desa Bukit Batu dengan melibatkan lima anak penerima manfaat. Kemudian pada tahun 2025, cakupan program diperluas ke tiga desa wilayah Ring 1 perusahaan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 24 anak.
Memasuki tahun 2026, program kembali diperluas hingga menjangkau enam desa dengan total 51 anak penerima manfaat.
"Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pencegahan dan penanganan stunting, meningkatkan status gizi anak, serta membantu menekan angka stunting di Kabupaten Mempawah, khususnya Kecamatan Sungai Kunyit," tambahnya.
Program tersebut mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan di tingkat desa. Bidan Desa Bukit Batu, Marlina, menilai dukungan PT BAI memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang mengalami stunting maupun kekurangan gizi.
"Kami sangat berterima kasih kepada PT BAI atas terlaksananya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak stunting dan kurang gizi. Semoga program ini dapat membantu mengurangi angka stunting yang ada di Bukit Batu," ujar Marlina.
Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui program berkelanjutan tersebut, PT BAI berharap dapat ikut memperkuat upaya pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kabupaten Mempawah yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.[SK]