ADO Sumsel Apresiasi Bantuan Kapolda untuk 500 Ojol: Bentuk Kepedulian kepada Pahlawan Pencari Nafkah

Editor: Nisa author photo

Foto bersama Dirlantas Polda Sumsel, Kapolresta Palembang, DPD ADO Sumsel, dan forkopimda (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id
— Di balik kemudi sepeda motor dan mobil yang setiap hari hilir mudik di jalanan Kota Palembang, ada perjuangan untuk menghidupi keluarga. Panas, hujan, risiko kecelakaan hingga ancaman kejahatan menjadi bagian dari keseharian para pengemudi transportasi online.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan. Sebanyak 500 pengemudi online menerima bantuan sosial berupa paket sembako dari Kapolda Sumsel dalam kegiatan Aksi Bantuan Sosial DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Sabtu (29/8/2026) sore.

Kegiatan yang mengusung tema mengenang jasa-jasa "pahlawan pencari nafkah" itu berlangsung di Sekretariat DPD ADO Sumsel, Jalan Hockey Blok C20, Kecamatan Ilir Barat I, Kampus Palembang.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., yang mewakili Kapolda Sumsel.

Ketua DPD ADO Sumsel, M. Asrul Indrawan, mengatakan bantuan tersebut memiliki arti penting bagi para pengemudi online. Menurutnya, perhatian dari kepolisian menunjukkan bahwa perjuangan para pengemudi yang setiap hari berada di jalan tidak luput dari perhatian.

"Di tengah kondisi seperti ini, kepedulian aparat kepada kami sebagai mitra sangat berarti. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi bagi kawan-kawan ojol ini luar biasa," ujar Asrul.

Asrul menuturkan, selama lima tahun memimpin DPD ADO Sumsel, dirinya menyaksikan langsung berbagai persoalan yang dialami para pengemudi. Tidak sedikit anggota yang meninggal dunia akibat kecelakaan maupun sakit, sementara keluarga yang ditinggalkan tidak memiliki jaminan ekonomi yang memadai.

"Ada teman-teman kami yang meninggal karena kecelakaan maupun sakit. Mereka tidak meninggalkan apa-apa untuk keluarga. Ada yang rumahnya masih mengontrak dan tidak memiliki asuransi maupun harta peninggalan," ungkapnya.

Kondisi itu, kata Asrul, mendorong ADO Sumsel untuk membangun solidaritas internal. Salah satunya dengan menyediakan bantuan kemanusiaan melalui kendaraan ambulans yang digunakan untuk mengantar anggota atau masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, ambulans tersebut hampir setiap hari digunakan, baik untuk mengantar pasien maupun menjemput jenazah.

"Kalau ambulans keluar, berarti ada musibah. Saya sebenarnya ingin ambulans tidak perlu keluar, tetapi kenyataannya setiap hari ada saja orang yang sakit atau mengalami musibah dan membutuhkan bantuan," katanya.

Ia mengungkapkan, ADO Sumsel selama ini mendapat dukungan kendaraan ambulans dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang.

Selain persoalan kesejahteraan, Asrul menegaskan bahwa para pengemudi online siap membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan jumlah anggota yang tersebar di berbagai wilayah, pengemudi online dinilai memiliki posisi strategis karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Kami ini pencari nafkah. Kami cinta damai dan tidak ingin ada kerusuhan di Kota Palembang. Kalau kepolisian membutuhkan bantuan, kami siap," tegasnya.

Asrul bahkan memastikan jaringan pengemudi online dapat digerakkan dengan cepat apabila dibutuhkan untuk membantu menjaga situasi keamanan.

Namun, ia berharap sinergi tersebut berjalan dua arah. Para pengemudi online juga membutuhkan perlindungan ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kasus penjambretan dan begal yang menimpa pengemudi.

Ia mengaku kerap menerima laporan dari anggota yang kehilangan telepon genggam maupun kendaraan saat sedang bekerja.

"HP itu alat utama kami mencari nafkah. Kalau HP dirampas, kami bukan hanya kehilangan barang, tetapi juga kehilangan alat untuk bekerja," ujarnya.

Karena itu, ADO Sumsel berharap kepolisian dapat mempercepat respons terhadap laporan para pengemudi, khususnya ketika terjadi kejahatan di jalan.

Asrul juga berharap ke depan terdapat sistem komunikasi yang lebih cepat antara komunitas pengemudi online dengan kepolisian sehingga laporan mengenai kecelakaan, tindak kejahatan maupun gangguan keamanan dapat segera diteruskan kepada petugas terdekat.

Mewakili Kapolda Sumsel, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede mengatakan para pengemudi online merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Setiap hari, mereka mengantarkan penumpang, barang hingga membantu menggerakkan aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat.

"Transportasi daring telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Mereka menggerakkan orang, barang, perdagangan dan usaha kecil setiap hari," kata Robertho.

Menurutnya, di balik setiap pengemudi yang bekerja di jalan terdapat keluarga yang menunggu di rumah, kebutuhan anak yang harus dipenuhi serta harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, Robertho menilai istilah "pahlawan pencari nafkah" merupakan bentuk penghormatan yang layak diberikan kepada para pengemudi yang bekerja secara mandiri dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan, bantuan sosial yang diberikan Polda Sumsel tidak semata-mata dilihat dari nilai materialnya.

"Jangan hanya dilihat dari nilainya, tetapi dari pesan bahwa kita saling peduli dan tidak membiarkan saudara kita menghadapi kesulitan seorang diri," ujarnya.

Robertho juga mengajak para pengemudi online memperkuat komunikasi dengan kepolisian. Sebab, aktivitas mereka di jalan membuat pengemudi kerap menjadi orang pertama yang mengetahui adanya kecelakaan, kemacetan, tindak kejahatan maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Ia meminta setiap informasi gangguan keamanan disampaikan kepada kepolisian dan tidak ditangani dengan cara sendiri.

"Jangan bertindak sendiri dan jangan main hakim sendiri," tegasnya.

Di sisi lain, Robertho meminta jajaran Polda Sumsel memberikan respons cepat terhadap laporan dan keluhan para pengemudi online.

"Hadirlah sebagai pelindung, pengayom dan pelayan. Jangan pernah lupa, juragan kita adalah masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, kepolisian juga mengingatkan para pengemudi agar tidak mengabaikan keselamatan demi mengejar target pendapatan.

Pengemudi diminta mematuhi aturan lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, beristirahat ketika lelah serta menjaga etika terhadap penumpang dan pengguna jalan lainnya.

"Rezeki harus dicari, tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan," ujar Robertho.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., turut menegaskan kesiapan jajarannya membantu para pengemudi online ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Ia mengingatkan adanya sejumlah lokasi sepi yang berpotensi menjadi titik rawan tindak kejahatan terhadap pengemudi maupun penumpang.

"Kami akan merespons lebih cepat apabila ada gangguan, terutama yang berkaitan dengan lalu lintas dan keamanan," kata Sonny.

Menurutnya, kepolisian juga terus mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada malam hari, termasuk aktivitas yang muncul setelah konser atau kegiatan keramaian berakhir. Kondisi tersebut terkadang diikuti aksi berkumpul hingga balap liar.

Sementara terkait program bantuan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengemudi online, Sonny mengatakan proses administrasinya masih berjalan.

Bagi ADO Sumsel, bantuan dari Kapolda Sumsel juga menjadi bagian dari momentum memperkuat solidaritas.

Asrul mengatakan, semula pihaknya menyebut Agustus 2026 sebagai "Agustus gelap" karena berbagai persoalan yang dihadapi para pengemudi. Namun, bantuan yang datang kemudian membuat mereka mengubahnya menjadi "Agustus benderang".

"Awalnya kami menyebut Agustus ini sebagai Agustus gelap. Tetapi setelah ada kepedulian dan bantuan seperti ini, kami ubah menjadi Agustus benderang bagi para ojol," ujarnya.

Ia berharap hubungan antara pengemudi online, kepolisian dan pemerintah daerah semakin erat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama.

"Kami ingin kawan-kawan bisa bekerja dengan tenang, aman dan nyaman. Kami juga ingin bisa menyampaikan persoalan dengan baik dan benar," pungkas Asrul. (NS) 

Share:
Komentar

Berita Terkini