Angka Akreditasi PAUD Landak Melonjak, Karolin Tegaskan Pendidikan Anak Jadi Investasi Masa Depan

Editor: Admin author photo

Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Erlina Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Landak untuk meninjau langsung perkembangan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
SuaraIndo.id – Pemerintah Kabupaten Landak terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini.

Komitmen tersebut mengemuka saat Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Landak untuk meninjau langsung perkembangan layanan PAUD, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Erlina yang juga merupakan Bupati Mempawah sekaligus istri Gubernur Kalbar Ria Norsan itu disambut Bunda PAUD Kabupaten Landak yang juga Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam memastikan layanan PAUD berjalan secara berkualitas dan holistik integratif. Selain aspek pendidikan, perhatian juga diarahkan pada tumbuh kembang, pemenuhan gizi, serta pembentukan karakter anak.

Bunda PAUD Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa menegaskan, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, sekaligus kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujar Karolin.

Menurut Karolin, penguatan PAUD tidak dapat dipandang sebagai program jangka pendek. Pendidikan pada fase awal kehidupan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Landak di masa mendatang.

“Pemerintah Kabupaten Landak sangat menyadari, investasi pada PAUD adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di daerah untuk masa depan,” tegasnya.

Komitmen tersebut mulai terlihat dari peningkatan akreditasi lembaga PAUD di Kabupaten Landak. Karolin mengungkapkan, persentase lembaga PAUD yang telah terakreditasi meningkat tajam dari 44,4 persen pada 2025 menjadi 87,1 persen pada 2026.

“Tapi di tahun 2026 ada peningkatan, pada tahun 2026 ini telah terakreditasi 87,1 persen. Ada peningkatan hampir 100 persen dari jumlah yang telah terakreditasi,” papar Karolin.

Selain akreditasi, partisipasi pendidikan anak usia dini di Kabupaten Landak juga mencatat capaian positif. Pada 2025, angka partisipasi sekolah PAUD mencapai 90,39 persen atau telah melampaui target yang ditetapkan.

Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif, Karolin menyebut pemerintah daerah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah memastikan akses PAUD dapat dirasakan secara merata hingga wilayah pelosok.

“Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya dalam hal pemerataan akses PAUD hingga ke pelosok, penguatan peran PAUD negeri, serta peningkatan kompetensi para pendidik PAUD,” tambahnya.

Di sisi lain, Bunda PAUD Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Landak. Menurutnya, peningkatan kualitas PAUD harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dengan memperhatikan tumbuh kembang dan kebutuhan anak.

“Kehadiran kami di Kabupaten Landak hari ini bukan sekadar untuk melakukan kunjungan, tetapi untuk bersilaturahmi, melihat secara langsung tumbuh kembang anak-anak kita, dan sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan PAUD anak usia dini yang berkualitas dan holistik integratif,” tutur Erlina.

Dalam kunjungan tersebut, Erlina juga berinteraksi langsung dengan anak-anak TK. Ia menguji pengetahuan mereka mengenai berbagai hal sederhana, termasuk kemampuan mengenali jenis ikan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Erlina mengapresiasi pengetahuan anak-anak tersebut sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus belajar dan berkembang.

“Jadi anak-anak hebat, Indonesia kuat, PAUD berkualitas, generasi emas berkelas,” ucap Erlina.

Selain pendidikan, Erlina turut menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak usia dini. Orang tua dan tenaga pendidik diminta memastikan anak memperoleh makanan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman atau B2SA.

Menurut Erlina, pola konsumsi yang sehat menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Konsumsi B2SA dapat mengurangi risiko gizi buruk, sering sakit-sakitan, stunting, obesitas, diabetes, gagal ginjal, dan penyakit jantung,” pungkas Erlina.

Penguatan PAUD di Kabupaten Landak pun diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka partisipasi dan akreditasi lembaga. Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat.

Kolaborasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan orang tua menjadi kunci untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

Dengan penguatan layanan PAUD sejak usia dini, Kabupaten Landak diharapkan mampu membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkontribusi dalam menyiapkan generasi emas Kalimantan Barat di masa depan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini