Kawasan Hutan Sambelia Gundul, Sumber Mata Air Mulai Berkurang

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID -------
Kondisi kawasan hutan di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dinilai semakin memprihatinkan.

‎Kerusakan hutan dikhawatirkan berdampak pada berkurangnya sumber mata air serta meningkatkan potensi bencana, terutama saat musim hujan.

‎Pembina GEMA ALAM Suhirman, mengatakan luas kawasan hutan di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 11 ribu hektare. Dari luasan itu, sekitar 500 hektare dilaporkan telah dimanfaatkan masyarakat untuk ditanami jagung.

‎Aktivitas pembukaan dan pemanfaatan lahan di kawasan hutan menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi tutupan vegetasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan kawasan hutan dalam menyerap dan menyimpan air hujan.

‎Berkurangnya tutupan hutan juga disebut berdampak terhadap ketersediaan sumber mata air. Sejumlah sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat mulai mengalami penurunan debit.

‎Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Pemerintah, masyarakat, serta pihak terkait diharapkan bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan dan mencegah semakin meluasnya kerusakan.

‎Upaya menjaga hutan dinilai penting tidak hanya untuk mempertahankan ketersediaan sumber air, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana. Kerusakan kawasan hutan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya ketika curah hujan tinggi.

‎Masyarakat diharapkan turut menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan pembukaan lahan secara sembarangan.

‎Dengan pengelolaan dan perlindungan hutan yang lebih baik, kelestarian lingkungan serta sumber mata air di Sambelia diharapkan tetap terjaga dan risiko bencana pada musim hujan dapat ditekan.

Share:
Komentar

Berita Terkini