Kubu Raya Bangun IPA Rp89 Miliar, 7 Ribu Rumah Tangga Ditargetkan Dapat Sambungan Air Bersih

Editor: Admin author photo

Pemkab KKR Perluas Layanan Air Bersih, Sujiwo Apresiasi Komisi V DPR.
SuaraIndo.id – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

IPA tersebut dibangun dengan kapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS) dan ditargetkan rampung pada September 2027. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sekaligus kontinuitas distribusi air bersih kepada masyarakat.

Pembangunan IPA Arang Limbung diproyeksikan memberikan manfaat bagi lima desa, yakni Teluk Kapuas, Parit Baru, Sungai Raya Dalam, Limbung, dan Arang Limbung. Selain meningkatkan kualitas air, proyek ini juga diarahkan untuk memperluas jaringan pelayanan melalui penambahan sekitar 7.000 sambungan rumah tangga.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pembangunan IPA tersebut menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan groundbreaking pembangunan IPA yang menjadi langkah awal untuk meningkatkan pelayanan air bersih, khususnya di Kecamatan Sungai Raya. Setelah proyek ini selesai, kita pastikan kualitas layanan air bersih akan meningkat dan menjadi lebih maksimal,” kata Sujiwo.

Menurutnya, pembangunan IPA baru diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terkait kualitas dan tekanan aliran air yang selama ini belum optimal. Dengan kapasitas pengolahan yang lebih besar, pelayanan air bersih nantinya diharapkan menjadi lebih lancar dan menjangkau lebih banyak rumah warga.

“Airnya kita pastikan lebih jernih dan alirannya lebih lancar. Tidak seperti kondisi sekarang yang masih kecil. Nantinya juga ada tambahan sambungan ke rumah-rumah masyarakat, kurang lebih sebanyak tujuh ribu sambungan,” ujarnya.

Sujiwo menyebut pembangunan IPA Arang Limbung menelan anggaran sekitar Rp89 miliar setelah dilakukan rasionalisasi dari anggaran sebelumnya. Menurut dia, dukungan pemerintah pusat sangat membantu daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar tersebut di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Komisi V DPR RI, yang turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di Kubu Raya.

“Kalau tidak dibantu oleh Pak Lasarus dan teman-teman di Komisi V, dengan kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, tidak mungkin kita bisa merogoh anggaran sampai Rp89 miliar. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat,” katanya.

Sujiwo juga meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Ia menegaskan peningkatan pelayanan air bersih membutuhkan tahapan, mulai dari pembangunan IPA hingga penyelesaian berbagai sarana pendukung dan jaringan distribusi.

“Yang pertama saya mohon masyarakat bersabar. Sarana pendukung dan IPA ini harus dibangun terlebih dahulu. Insyaallah setelah tuntas, khususnya lima desa ini, pelayanan air bersihnya akan benar-benar baik dan maksimal,” tuturnya.

Tak berhenti di Arang Limbung, Pemkab Kubu Raya juga menyiapkan pengembangan jaringan air bersih di sejumlah wilayah lain. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Sungai Ambawang, Desa Kapur, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya.

Khusus Kecamatan Sungai Kakap, pemerintah daerah tengah mengupayakan pembangunan jaringan air bersih melalui skema kerja sama. Pemkab Kubu Raya juga mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan pipanisasi dan booster dengan nilai sekitar Rp165 miliar.

Sujiwo mengakui, mewujudkan pelayanan air bersih yang merata di seluruh wilayah Kubu Raya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.

“Ketika kita ingin memaksimalkan layanan air bersih yang merupakan hak dasar rakyat, memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saya tidak malu untuk memperjuangkannya, meminta, dan melobi pemerintah pusat. Yang penting tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah. Ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan masyarakat, upaya penurunan stunting hingga peningkatan daya tarik investasi.

“Ketika kita bicara air bersih, bukan hanya persoalan air bersih. Di situ ada masalah kesehatan, penurunan stunting, investasi dan lain sebagainya. Karena itu, ini menjadi hal yang sangat penting dan menjadi prioritas. Saya bersama Pak Wabup dan seluruh jajaran akan mengatensinya semaksimal mungkin,” kata Sujiwo.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pembangunan IPA Arang Limbung merupakan bagian dari upaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Kubu Raya yang hingga kini masih relatif rendah.

Lasarus menyebut cakupan pelayanan air bersih di Kubu Raya saat ini baru sekitar 20,7 persen. Dengan pembangunan IPA senilai sekitar Rp89 miliar tersebut, cakupan pelayanan diproyeksikan bertambah sekitar tiga persen menjadi 23,7 persen.

“IPA ini untuk mendukung penambahan sambungan bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang layanan air bersihnya baru sekitar 20,7 persen. Dengan anggaran kurang lebih Rp89 miliar ini, diperkirakan cakupan layanan akan bertambah sekitar tiga persen, sehingga menjadi sekitar 23,7 persen,” kata Lasarus.

Meski demikian, Lasarus menilai perjalanan untuk mencapai cakupan pelayanan 100 persen masih panjang. Ia memperkirakan dibutuhkan anggaran lebih dari Rp1 triliun agar seluruh wilayah Kubu Raya dapat terlayani jaringan air bersih.

“Untuk mengejar seratus persen, kelihatannya masih jauh sekali. Perkiraan saya masih membutuhkan dana paling tidak di atas Rp1 triliun supaya Kabupaten Kubu Raya bisa terlayani secara keseluruhan,” ujarnya.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kubu Raya. Wilayah yang luas, jarak antardesa dan antardusun yang relatif jauh serta karakteristik lahan yang sebagian besar berupa gambut membuat pembangunan infrastruktur air bersih membutuhkan biaya lebih besar.

“Kubu Raya ini daerah yang sangat mahal pembangunan infrastrukturnya. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari gambut. Mudah-mudahan dengan pembangunan yang kita lakukan hari ini, meskipun belum menyelesaikan semuanya, dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang layanan air bersihnya masih sangat minim,” katanya.

Lasarus menilai peningkatan infrastruktur air bersih menjadi semakin strategis karena Kubu Raya memiliki posisi penting sebagai daerah penyangga Kota Pontianak. Terlebih, terdapat rencana pemerintah pusat menjadikan Kubu Raya sebagai kota satelit Provinsi Kalimantan Barat.

“Kubu Raya ini sangat dekat dengan ibu kota provinsi dan menjadi daerah penyangga. Saya mendapatkan informasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bahwa mudah-mudahan tidak ada halangan, Kubu Raya akan ditetapkan sebagai kota satelit untuk Provinsi Kalimantan Barat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi sangat penting,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini