Minta Batas Minimal Muatan Diterapkan, Kebakaran Jadi Salah Satu Penyebab Dominan

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID ------
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Dr. Ir. H. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan mengacu pada data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Samsuddin menyebut kecelakaan pelayaran dalam beberapa tahun terakhir didominasi oleh kejadian kebakaran. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor teknis seperti korsleting listrik hingga kesalahan pengoperasian dan penempatan muatan.

‎Ia mencontohkan kecelakaan kapal yang terjadi baru-baru ini. Berdasarkan hasil investigasi KNKT, sistem sprinkler di kapal sebenarnya dapat berfungsi dengan baik. Namun, efektivitasnya terhambat karena ketinggian muatan di atas truk tidak memenuhi ketentuan.

‎“Sprinkler berfungsi, tetapi penyebaran air terhalang oleh tingginya muatan. Aturannya sudah jelas mengenai jarak antara kepala sprinkler dengan bagian atas muatan. Itu bukan sekadar aturan, tetapi untuk memastikan air dapat menyebar ke seluruh area,” jelasnya.

‎Selain persoalan teknis, kesiapan awak kapal juga menjadi perhatian. Setiap pergantian awak kapal harus diikuti dengan latihan keselamatan (drill), terutama apabila terdapat perubahan personel dalam jumlah signifikan.

‎Samsuddin mengingatkan, awak kapal harus memiliki kemampuan menghadapi keadaan darurat, termasuk kebakaran dan evakuasi penumpang. Menurutnya, tanpa latihan yang memadai, kepanikan dapat terjadi ketika kondisi darurat benar-benar muncul.

‎“Kalau tidak pernah latihan memadamkan api, saya khawatir awak kapal yang panik lebih dulu dibanding penumpang. Kalau awak kapal panik, risikonya semakin besar,” katanya.

‎Ia juga menekankan pentingnya pemahaman penumpang mengenai penggunaan alat keselamatan dan prosedur evakuasi. Penggunaan jaket pelampung, misalnya, tidak cukup hanya dengan mengenakannya, tetapi harus disertai pengetahuan mengenai cara penyelamatan yang benar.

Share:
Komentar

Berita Terkini