SUARAINDO.ID ------- Media Independen Online Indonesia (MIO) DPD Kabupaten Lombok Timur akan menggelar pembekalan dan pelatihan literasi bagi santri dan siswa di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Bagik Payung.
Kegiatan tersebut menyasar peserta didik dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di lingkungan pondok pesantren.
Program tersebut digagas sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi, sekaligus merespons kondisi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Lombok Timur yang dinilai masih memerlukan perhatian.
Ketua DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, mengatakan pemilihan Ponpes NW Bagik Payung didasarkan pada keberadaan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dalam satu lingkungan pendidikan yang sama.
Ponpes NW Bagik Payung menjadi lokasi yang sangat tepat karena di sana berkumpul generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan.
"Kami ingin memastikan santri dan siswa MTS, MA, hingga SMK tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memilah informasi, tangguh menghadapi arus informasi, dan tidak mudah terjebak berita bohong," ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Abdurrahman, literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi menjadi fondasi dalam membangun kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta menghadapi tantangan era digital.
Pelatihan tersebut disusun mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengembangan Literasi dan Budaya Membaca.
Materi yang akan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, meliputi literasi dasar, literasi media dan digital, pelatihan jurnalistik dasar, serta literasi keuangan.
Pada sesi literasi dasar, peserta akan dibekali kemampuan membaca pemahaman, menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, serta berhitung secara kontekstual.
Sementara pada materi literasi media dan digital, peserta akan mempelajari cara mengenali informasi yang kredibel, memahami bahaya hoaks, menerapkan etika bermedia sosial, hingga menjaga keamanan saat berinternet.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan jurnalistik dasar agar mampu menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab, serta pembekalan mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung tanpa mengganggu proses belajar mengajar di pesantren. Jadwal pelatihan akan disesuaikan dengan waktu luang atau hari yang disepakati bersama pihak pondok pesantren. MIO juga berencana melibatkan tenaga pendidik dan praktisi di bidang terkait guna mendukung kualitas penyampaian materi.
Saat ini, usulan pelaksanaan kegiatan beserta dukungan program telah disampaikan kepada pihak Pondok Pesantren NW Bagik Payung. MIO berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat, kreatif, berkarakter, serta mampu menjadi agen penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.
Sekretaris DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Munir Fauzi, berharap program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Kami yakin dengan dukungan semua pihak, langkah ini akan menjadi kontribusi nyata MIO untuk kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur," katanya
