Ratusan Personel Disiagakan, Polres Sanggau Gelar Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas-2026

Editor: Redaksi author photo

 

tusan Personel Disiagakan, Polres Sanggau Gelar Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas-2026
Suaraindo.id – Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” sebagai langkah memperkuat penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau.

Apel berlangsung di Halaman Mapolres Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika.

Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus menyatukan pola tindakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penanganan Karhutla.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait turut hadir, di antaranya Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Danyon TP 833/Bumi Daranante Letkol Inf Riska Imron Rosadi, S.I.P., M.Han., Staf Ahli Bupati Sanggau Agus Sutanto, S.Hut., serta perwakilan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Sanggau.

Hadir pula Kepala BPBD Sanggau Ir. Didit Richardi, M.T., Kasi Penanganan Bencana Kebakaran Damkar Zulkifli, serta Danru Manggala Agni Sanggau Heriadi.

Kekuatan pasukan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, Kompi Brimob dan personel BKO Brimob, Sat Samapta, Sat Pamobvit, Satlantas, Satreskrim, Satintel, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Damkar, BPBD, Manggala Agni, Tagana, Masyarakat Peduli Api hingga UPT KPH Sanggau.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Barat yang dibacakan Kapolres Sanggau, Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” diarahkan pada lima fokus utama, yakni pencegahan, deteksi dini, pemadaman, penegakan hukum, serta dukungan operasional secara terpadu.

Secara keseluruhan, operasi tersebut melibatkan 112 personel Polda Kalbar, 228 personel Polres jajaran, 304 personel BKO Brimob dan Bareskrim, serta 110 personel Tim Edukasi Polri dari Bareskrim, Lemdiklat, PTIK, Setukpa dan Sespimma.

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan, apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak ketika terjadi Karhutla.

“Apel ini bukan seremonial. Ini momentum memastikan seluruh unsur siap bergerak. Setiap informasi titik api harus segera diverifikasi, ditindaklanjuti dan ditangani terkoordinasi. Kami ingin masyarakat mendapat perlindungan cepat dan mencegah api meluas,” tegasnya.

Menurutnya, patroli terpadu dan ground checking menjadi bagian penting dalam operasi. Setiap titik api yang terdeteksi akan diverifikasi langsung di lapangan untuk memastikan langkah penanganan, mulai dari pemadaman, pendinginan hingga pembasahan dilakukan sampai kondisi benar-benar aman.

Polres Sanggau juga akan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, perusahaan, pemerintah daerah, TNI, BPBD serta Manggala Agni. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan dan larangan membuka lahan dengan cara membakar akan terus dilakukan.

Peran Bhabinkamtibmas, kata Kapolres, juga menjadi sangat penting karena personel tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah tugasnya.

“Bhabinkamtibmas harus memahami wilayahnya. Mereka menjadi penghubung langsung dengan masyarakat sehingga pesan-pesan pencegahan Karhutla dapat diterima dengan baik dan masyarakat ikut berperan dalam deteksi dini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi, berbagai sarana pendukung seperti pos tanggap darurat, sumber air, kendaraan, peralatan pemadaman, drone, command center dan sistem informasi akan dimaksimalkan.

Seluruh personel juga diminta memperhatikan faktor keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan, mengingat penanganan Karhutla memiliki risiko tinggi, terutama saat berada di lokasi kebakaran.

“Penanganan Karhutla tanggung jawab bersama. Jangan buka lahan dengan membakar. Segera laporkan jika melihat titik api. Polri bersama TNI, Pemda dan seluruh stakeholder akan terus hadir memberikan perlindungan,” pungkas AKBP Kadek Ary.

Melalui Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”, Polres Sanggau berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan lebih cepat dan terpadu, sekaligus menekan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat dan perekonomian. [Man)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini