Suaraindo.id – Harapan Ibu Aisah, warga Desa Dlisem, Kecamatan Tengaran,
Kabupaten Semarang, untuk menempati rumah yang lebih layak semakin dekat.
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya melalui program TMMD Reguler
ke-129 kini telah mencapai progres sekitar 90 persen.
RTLH TMMD: Sejengkal Lagi, Rumah Ibu Aisah Siap Dihuni
Pengerjaan yang dilakukan pada Jumat (7/8/2026) menunjukkan perkembangan signifikan. Bangunan rumah yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan kini mulai berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, rapi, dan nyaman.
Capaian 90 persen menjadi tanda bahwa proses renovasi telah memasuki tahap akhir. Sejumlah bagian utama bangunan telah terselesaikan, sementara pekerjaan kini difokuskan pada penyempurnaan sejumlah detail sebelum rumah tersebut dapat digunakan.
Di lokasi, para personel yang terlibat bersama masyarakat terus bekerja secara teliti untuk memastikan setiap bagian bangunan dikerjakan dengan baik. Kekompakan antara tenaga pelaksana dan warga menjadi salah satu faktor penting yang mendukung percepatan pembangunan.
Semangat gotong royong juga terlihat selama proses pengerjaan. Warga Desa Dlisem turut memberikan dukungan dalam berbagai aktivitas di lapangan, sehingga proses renovasi tidak hanya menjadi kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Bagi Ibu Aisah, perubahan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri. Rumah yang sebelumnya jauh dari kondisi ideal kini perlahan menjelma menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarganya.
Raut lega pun semakin terlihat seiring pembangunan mendekati tahap penyelesaian. Harapan untuk segera menempati rumah yang lebih nyaman kini bukan lagi sekadar impian.
Program RTLH dalam TMMD Reguler ke-129 diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan hunian layak. Selain menghadirkan bangunan yang lebih baik, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, rumah Ibu Aisah kini tinggal menyisakan sejumlah pekerjaan akhir. Sejengkal lagi, hunian baru itu akan siap menyapa penghuninya dan menjadi tempat berlindung yang lebih aman serta nyaman bagi keluarga di Desa Dlisem. [rls]