Viral Dugaan Limbah PT MPL Masuk Sungai Gonis Sekadau, Warga Desak Pemerintah Segera Periksa

Editor: Admin author photo

Limbah PT MPL Diduga Dibuang di Sungai Gonis Sekadau Mengalir ke Kapuas.
Suaraindo.id – Dugaan pencemaran lingkungan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan aliran diduga limbah di kawasan Nanga Gonis, Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, beredar luas di media sosial.

Video tersebut beredar pada Sabtu (29/8/2026) dan memicu kekhawatiran warga. Dalam video, sejumlah warga menyebut aliran yang terlihat diduga berkaitan dengan aktivitas PT Makmur Prima Lastri (MPL).

Warga menduga aliran tersebut masuk ke Sungai Gonis dan kemudian terbawa arus menuju Sungai Kapuas. Mereka meminta pemerintah segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber serta kandungan aliran yang terlihat dalam video tersebut.

Sejumlah warga yang memberikan keterangan meminta identitas mereka tidak dipublikasikan. Mereka menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara serius karena aliran yang muncul diduga bukan sekadar akibat kebocoran, tetapi dicurigai berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah.

“Bukan bocor, memang sengaja dibuang ke Sungai Gonis. Ini kita minta bantu pemerintah provinsi untuk menuntaskan masalah ini,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Warga menegaskan, jika aliran tersebut memang berasal dari aktivitas perusahaan, maka perlu dipastikan seluruh proses pengelolaan limbah telah dilakukan sesuai ketentuan sebelum limbah dilepas ke lingkungan.

Kekhawatiran terutama menyangkut potensi dampak terhadap ekosistem perairan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai. Warga juga menyoroti kemungkinan terbawanya material tersebut mengikuti arus Sungai Gonis hingga menuju Sungai Kapuas.

“Harusnya limbahnya diolah dulu oleh perusahaan sampai layak untuk dibuang ke sungai. Kalau belum diolah maka akan sangat berbahaya bagi lingkungan, manusia, ikan dan lain-lain,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sekadau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk memastikan apakah aliran tersebut benar berasal dari kegiatan perusahaan, sekaligus mengetahui jenis material yang terkandung di dalamnya.

Warga juga meminta dilakukan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air Sungai Gonis, termasuk titik-titik yang diduga terdampak. Hasil uji laboratorium dinilai diperlukan agar kondisi lingkungan dapat diketahui berdasarkan data, bukan semata berdasarkan dugaan atau rekaman video yang beredar.

Selain pemeriksaan terhadap kondisi sungai, masyarakat berharap pengelolaan limbah PT MPL turut menjadi bagian dari evaluasi apabila ditemukan adanya keterkaitan antara aktivitas perusahaan dengan aliran yang dipersoalkan.

Pihak PT Makmur Prima Lastri juga diharapkan memberikan klarifikasi mengenai video tersebut, termasuk asal-usul aliran, mekanisme pengelolaan limbah, serta langkah perusahaan dalam memastikan seluruh kegiatan operasional memenuhi ketentuan lingkungan hidup.

Hingga berita ini ditulis, dugaan pembuangan limbah tersebut masih belum terverifikasi secara independen. Belum ada hasil pemeriksaan lapangan maupun uji kualitas air yang dapat memastikan adanya pencemaran atau mengonfirmasi sumber aliran sebagaimana dugaan warga.

Karena itu, informasi mengenai dugaan pembuangan limbah ini masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh instansi berwenang dan klarifikasi dari pihak perusahaan.

Langkah cepat dan transparan dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya keresahan lebih luas. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat berharap penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga diharapkan disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini