SuaraIndo.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian serius Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat.AIMI Kalbar Bagikan Masker untuk Anak.
Di tengah kualitas udara yang mengkhawatirkan, AIMI Kalbar turun langsung membagikan masker khusus anak kepada masyarakat, terutama anak-anak yang masih beraktivitas di luar ruangan, Rabu (2/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan kelompok rentan, khususnya bayi, balita, anak-anak, serta ibu hamil yang dinilai lebih berisiko terdampak buruk akibat paparan asap.
Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky Pontiviana Akbari, M.Kes., mengatakan kondisi kabut asap saat ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi perhatian seluruh keluarga.
“Kami memahami bahwa situasi ini berat bagi kita semua. Berdasarkan pemberitaan terbaru, terjadi kebakaran lahan yang menyebabkan ibu hamil dan balita dievakuasi karena api sudah masuk ke area permukiman,” ungkap Rizky.
Perempuan yang akrab disapa Ponti itu mengatakan kondisi kualitas udara di Kota Pontianak saat ini juga perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia meminta para orang tua meningkatkan kewaspadaan dan memperketat perlindungan terhadap anak selama bencana asap masih berlangsung.
“Demi menjaga keluarga kita di rumah, khususnya bayi dan balita, mari kita kembali memperketat protokol kesehatan terkait bencana asap mulai hari ini,” tegasnya.
Menurut Ponti, upaya tersebut sejalan dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai perlindungan anak dari dampak kabut asap di Kalimantan dan wilayah sekitarnya.
AIMI Kalbar, lanjutnya, merasa perlu meneruskan edukasi tersebut kepada para ibu agar memiliki pemahaman yang lebih baik dalam melindungi bayi dan balita ketika kualitas udara memburuk.
“Kami dari AIMI Kalbar mengajak para ibu untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga bayi serta balita tetap berada di tempat dengan udara yang lebih bersih,” katanya.
Selain membatasi aktivitas di luar rumah, orang tua juga dianjurkan berupaya mencegah asap masuk ke dalam rumah dengan menutup celah yang memungkinkan udara dari luar masuk.
Ponti turut mengingatkan para ayah agar tidak merokok di dalam rumah. Paparan asap rokok dinilai dapat semakin memperburuk kualitas udara yang dihirup anak, terlebih ketika kondisi udara di luar rumah sudah tercemar asap karhutla.
Perhatian juga diberikan kepada ibu yang masih menyusui. Ponti mengimbau agar pemberian air susu ibu (ASI) tetap dilanjutkan serta kebutuhan ibu menyusui terhadap makanan, minuman, dan istirahat tetap terpenuhi.
“Bagi ibu yang masih menyusui bayi, tetap lanjutkan pemberian ASI. Serta sang ibu harus cukup makan, minum, dan beristirahat,” ujarnya.
Namun, Ponti memberikan catatan penting terkait penggunaan masker pada bayi. Ia meminta orang tua tidak sembarangan memakaikan masker kepada bayi karena bayi belum memahami penggunaan masker dengan baik.
“Titik beratnya, bagi bayi tidak direkomendasikan untuk menggunakan masker dikarenakan bayi masih belum paham. Nah, ini harus jadi perhatian. Jangan memakaikan masker sembarangan kepada bayi,” jelas Ponti.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan memberikan masker. Orang tua juga harus memperhatikan kondisi kesehatan dan pernapasan anak selama terpapar kondisi udara yang buruk.
Jika anak mengalami batuk yang disertai demam tinggi, kesulitan bernapas, atau tanda bahaya lainnya, orang tua diminta segera mencari pertolongan medis.
“Kami sendiri sudah bergerak meski masih dalam keterbatasan. Karena ibu dan bayi merupakan kelompok rentan, semoga apa yang kita ikhtiarkan bisa mendapatkan hasil,” tuturnya.
Selain aksi pembagian masker, AIMI Kalbar terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para ibu di sejumlah wilayah terdampak kabut asap.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Pontianak, tetapi juga melibatkan AIMI di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.
“Tidak hanya di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau juga turut ambil bagian dalam upaya mengedukasi ibu untuk melindungi bayi dan balita di wilayahnya,” kata Ponti.
Hingga saat ini, AIMI Kalbar telah membagikan hampir ratusan masker khusus anak di sejumlah area terbuka di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Aksi sosial tersebut selanjutnya direncanakan berlanjut ke Kabupaten Sanggau dengan menggandeng AIMI Sanggau. Langkah ini diharapkan dapat memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi bayi dan anak selama kualitas udara belum kembali membaik.
Bagi AIMI Kalbar, kepedulian terhadap anak di tengah bencana asap bukan sekadar membagikan masker. Lebih dari itu, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting agar setiap keluarga mampu mengambil langkah perlindungan yang tepat bagi bayi dan anak-anak ketika kabut asap kembali menyelimuti Kalimantan Barat.[SK]