SuaraIndo.Id – Kobaran api kembali mengancam lahan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kebakaran terjadi di Dusun Kunyit, Desa Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu, Minggu malam (30/8/2026), dan langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan, pemerintah serta masyarakat setempat.Kebakaran lahan terjadi di Dusun Kunyit, Desa Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Minggu malam (30/8/2026).
Begitu menerima informasi mengenai kebakaran, personel Polsek Mempawah Hulu segera bergerak menuju lokasi. Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama, S.H., M.H., menginstruksikan anggotanya melakukan pengecekan sekaligus mengambil langkah pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas.
Sesampainya di lokasi, personel Polsek Mempawah Hulu bersama anggota Koramil, Camat Mempawah Hulu, Kepala Desa Tunang, para kepala dusun se-Desa Tunang serta masyarakat langsung mengecek titik api dan kondisi lahan yang terbakar.
Tidak menunggu api membesar, seluruh unsur yang berada di lokasi kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman. Upaya tersebut membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dijinakkan sehingga tidak merambat ke area lainnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang masih menyala dan berpotensi kembali memicu kebakaran.
Camat Mempawah Hulu turut turun langsung ke lokasi dan terlibat dalam proses penanganan. Keterlibatan pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan pentingnya koordinasi cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama, mengapresiasi respons cepat dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Menurut Freddy, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas, terutama ketika kondisi cuaca kering meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
“Kami mengapresiasi respons cepat dan sinergitas seluruh pihak dalam menangani kebakaran lahan ini. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla,” ujar Freddy.
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh petugas. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran.
Freddy juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan ketika kondisi cuaca kering disertai angin.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” imbaunya.
Penanganan kebakaran di Dusun Kunyit menjadi contoh pentingnya deteksi dan respons dini di tingkat lapangan. Informasi yang segera diterima petugas, diikuti pengecekan lokasi, pemadaman bersama hingga pendinginan, menjadi rangkaian penting untuk mencegah api berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Selain mengancam lingkungan, kebakaran lahan juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat hingga kualitas udara.
Karena itu, sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan terus diperkuat. Kewaspadaan bersama serta respons cepat terhadap setiap titik api menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla di wilayah Kecamatan Mempawah Hulu.[SK]