Suaraindo.id
— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sembelangaan,
Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memperlihatkan
pentingnya respons cepat dan kolaborasi lintas pihak.
Kaposek Nanga Tayap, Kepala Desa Simpang Tiga Sembengaan dan BGA Group saat melakukan pemadaman Karhutla di Wilayah Kecamatan Nanga Tayap.
Aparat Polsek Nanga Tayap bersama pemerintah desa dan tim pemadam BGA Group bergerak menangani titik api di areal Peringgan Blok F 58 HJYE, Jumat, 4 September 2026. Pemadaman dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Kondisi lokasi cukup rentan. Vegetasi berupa gulma dan pakis tumbuh di atas tanah semi gambut sehingga api perlu segera dikendalikan agar tidak berkembang dan menjalar ke area lain.
Kapolsek Nanga Tayap, Iptu Martin Nababan, S.H., menekankan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi ancaman karhutla. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim pemadam BGA Group yang dinilai cepat merespons kejadian.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim pemadam BGA yang merespons dengan cepat dan langsung turun ke lokasi. Respons seperti ini sangat membantu dalam mengendalikan api sebelum meluas,” ujar Martin.
Menurut Martin, kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting ketika kebakaran terjadi, terlebih di kawasan dengan vegetasi mudah terbakar dan tanah semi gambut.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat ketika ditemukan titik api. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, perusahaan dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Ia menegaskan penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas,” ujar Martin.
Kepala Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Sauwari, turut mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan aparat dan tim pemadam mempercepat proses penanganan.
“Kami dari pemerintah desa tentu sangat mendukung upaya pemadaman. Ketika ada kejadian seperti ini, yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan respons cepat supaya api tidak semakin meluas,” kata Sauwari.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah ini. Kalau melihat ada api atau potensi kebakaran, segera laporkan sehingga bisa ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Dalam pemadaman tersebut, satu unit kendaraan pemadam dikerahkan. Setelah persiapan sarana dan prasarana, tim langsung melakukan pemadaman.
Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dikendalikan. Tim Damkar HJYE kemudian melanjutkan proses pendinginan total untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
BGA Group turut mendukung penanganan melalui tim pemadam di lapangan. Riduan, Head Corporate Affair, mengatakan kolaborasi dengan aparat dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam respons terhadap karhutla.
“Kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” ujar Riduan.
Pemadaman berlangsung lancar. Kolaborasi Polsek Nanga Tayap, Pemerintah Desa Simpang Tiga Sembelangaan dan tim pemadam BGA Group menjadi contoh penting bahwa penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan kerja bersama, khususnya di wilayah yang memiliki vegetasi mudah terbakar dan karakter tanah semi gambut. [AH]