SuaraIndo.id – Pemerintah Kota Pontianak memastikan pasokan air tawar bagi masyarakat mulai kembali diperkuat setelah kebocoran pipa dari sumber air baku Waduk Penepat berhasil diperbaiki.Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meminum air tawar dari layanan pengisian di booster Imam Bonjol, Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Jumat (4/9/2026).
Perbaikan tersebut membuat produksi air tawar kembali berjalan. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kadar garam pada air dari sumber baku Penepat kini berada di bawah 50 miligram per liter sehingga sudah dinilai layak untuk dikonsumsi, dengan catatan air dimasak terlebih dahulu.
“Kadar garamnya sudah di bawah 50 miligram per liter, artinya sudah sangat layak. Layak diminum, tetapi dimasak dulu,” kata Edi saat ditemui di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Jumat (4/9/2026) sore.
Menurut Edi, produksi air tawar dari Penepat akan terus dilakukan dan disiapkan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Warga yang membutuhkan air tawar dapat memanfaatkan layanan distribusi yang disiapkan Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
“Kita akan terus produksi air tawar dari sumber baku Penepat. Ini kita cadangkan kalau masyarakat ingin mengambil,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Pemkot Pontianak juga mengandalkan sejumlah sumber air alternatif, termasuk air dari sumber pegunungan dan Anjungan. Distribusi air ke masyarakat turut didukung berbagai pihak dengan mengerahkan armada untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Edi mengatakan, sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran akan digunakan untuk membantu mendistribusikan air tawar dan air bersih kepada masyarakat.
“Ada 10 mobil pemadam kebakaran yang akan mendistribusikan ke tempat-tempat masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk air tawar dan bersih,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan, pihaknya masih memiliki cadangan air tawar sekitar 85 ribu liter. Stok tersebut disiapkan untuk mengantisipasi apabila kembali terjadi gangguan pasokan dari Penepat.
Perumda juga memiliki air hasil pengolahan reverse osmosis (RO) dengan kapasitas produksi sekitar 22 ribu liter per hari.
“Sekarang Penepat sudah jalan, kurang lebih 100 liter per detik yang masuk. Jadi kami harap armada-armada tangki bisa langsung mengisi di sini,” kata Abdullah.
Untuk mempercepat proses distribusi, Perumda Tirta Khatulistiwa menyiapkan empat titik pengisian bagi armada tangki. Salah satu pusat pengisian dipusatkan di kawasan Imam Bonjol sehingga armada tangki dari berbagai pihak dapat mengambil air sebelum menyalurkannya ke kecamatan-kecamatan yang membutuhkan.
Masyarakat juga dapat mengambil air secara langsung menggunakan jeriken maupun galon. Saat ini terdapat dua titik pengambilan yang masih aktif, yakni di Booster Perumnas III dan Imam Bonjol.
“Untuk tangki kita pusatkan di Imam Bonjol. Nanti armada-armada yang ada bisa mengambil air di sana, kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan di Kota Pontianak,” jelasnya.
Abdullah menegaskan, air tawar yang tersedia akan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan memasak. Namun, produksi dari Penepat masih belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan air tawar seluruh Kota Pontianak karena kondisi pasang surut.
Karena itu, meskipun kadar garam telah berada pada tingkat yang dinilai layak, masyarakat tetap dianjurkan memasak air terlebih dahulu sebelum diminum.
“Kita harapkan air ini air tawar dan bisa dikonsumsi, tetapi dengan saran dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan air tepat sasaran, Perumda Tirta Khatulistiwa juga telah berkoordinasi dengan para camat untuk mendata kebutuhan air tawar di setiap wilayah.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air dapat menyampaikan informasi kepada lurah setempat. Selanjutnya, lurah akan memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui camat untuk diteruskan kepada Perumda Tirta Khatulistiwa.
“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, informasikan ke lurah. Nanti lurah memfasilitasi ke camat, dan camat berkomunikasi dengan PDAM,” kata Abdullah.
Pemkot Pontianak berharap kembali beroperasinya sumber air baku Penepat, ditambah dukungan sejumlah sumber air alternatif dan armada distribusi, dapat menjaga ketersediaan air tawar bagi masyarakat di tengah kondisi pasokan air baku yang belum sepenuhnya normal.
“Mudah-mudahan titik ini menjadi pusat distribusi air tawar untuk Kota Pontianak, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.[SK]