Lawan Dampak Asap Karhutla, PT GKG Edukasi Warga Kendawangan

Editor: Admin author photo

Tim CSR PT Gunajaya Karya Gemilang  BGA Group bersama masyarakat saat membagikan masker dan edukasi masyarakat. 
Suaraindo.id — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwujudkan melalui aksi bersama di kawasan Pasar Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Gunajaya Karya Gemilang (GKG) yang merupakan bagian dari BGA Group berkolaborasi dengan sejumlah unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lokal menggelar sosialisasi kesehatan sekaligus membagikan masker dan minuman vitamin kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan BKO TNI dan Polri, Pemerintah Desa (Pemdes) Banjar Sari, Pemdes Kendawangan Kiri, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kendawangan, serta Forum Komunikasi Dakwah (FKD) Kecamatan Kendawangan.

Aksi dilakukan dengan menyasar pedagang, pengunjung pasar, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Edukasi diberikan mengenai risiko kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap dan debu Karhutla, terutama terhadap sistem pernapasan.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dengan benar ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang dapat menurun akibat asap kebakaran.

Selain sosialisasi, tim gabungan membagikan masker secara gratis kepada warga. Paket minuman vitamin juga diberikan sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan masyarakat selama menghadapi kondisi lingkungan yang kurang baik.

Pemilihan Pasar Kendawangan sebagai lokasi kegiatan dilakukan dengan pertimbangan bahwa kawasan tersebut menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup ramai. Dengan demikian, pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan perlindungan diri dari paparan asap diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara perusahaan melalui program CSR dengan pemerintah desa, aparat keamanan, organisasi profesi guru, serta unsur keagamaan dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama musim kemarau dan menghadapi potensi Karhutla diharapkan semakin meningkat.

Upaya pencegahan dan perlindungan kesehatan masyarakat dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi juga melalui edukasi dan langkah antisipatif sejak dini.

Share:
Komentar

Berita Terkini