SUARAINDO.ID ------- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menerima kunjungan Wali Kota Jambi dalam rangka audiensi terkait inovasi dan pengembangan pariwisata unggulan.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan bagi Pemerintah dan masyarakat Lombok Timur.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kerja antardaerah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, membangun jejaring, serta saling bertukar pengalaman dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Bupati mengaku, bahwa capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur belum dapat menyamai Kota Jambi yang memiliki karakteristik dan potensi wilayah perkotaan yang berbeda. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Lombok Timur sebagai lokasi studi tiru.
Terkait pengembangan pariwisata, Haerul menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani dan tegas dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Menurutnya, tanpa keberanian mengambil langkah nyata, peluang pengembangan sektor pariwisata dapat terlewatkan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pelaku usaha pariwisata untuk menyamakan persepsi dan membangun kolaborasi.
Langkah penataan tersebut, lanjutnya, mulai memberikan dampak terhadap peningkatan PAD dari sektor pariwisata, khususnya usaha penginapan serta makanan dan minuman.
Pada 2021, pendapatan dari sektor tersebut tercatat sekitar Rp5,185 miliar. Angka itu meningkat menjadi sekitar Rp13 miliar pada 2024. Sementara pada tahun berjalan, realisasi pendapatan telah mencapai sekitar Rp10 miliar dan ditargetkan terus meningkat hingga akhir tahun.
Di sisi lain, Bupati menilai modernisasi tata kelola pemerintahan, termasuk sektor pariwisata, tidak seluruhnya dapat dilakukan melalui digitalisasi. Menurutnya, interaksi langsung dan pelayanan secara fisik tetap memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Sementara itu, Wali Kota Jambi H. Maulana mengapresiasi potensi pariwisata Lombok Timur yang dinilainya sangat beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Jambi memilih Lombok Timur sebagai lokasi studi tiru untuk mempelajari strategi pengembangan pariwisata, terutama setelah melihat pertumbuhan PAD Lombok Timur dari sektor tersebut.
Maulana juga menilai Lombok Timur memiliki pengalaman dalam mengembangkan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Potensi budaya, alam, hingga agrowisata dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satunya adalah potensi pertanian bawang putih dan peternakan di kawasan lereng Gunung Rinjani yang dikemas sebagai bagian dari pengembangan agrowisata.
Selama berada di Lombok Timur, rombongan Pemerintah Kota Jambi dijadwalkan meninjau langsung kawasan agrowisata perkebunan bawang putih di Sembalun. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pola pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi juga menyerahkan surat undangan kepada Bupati Lombok Timur beserta jajaran untuk menghadiri Puncak Peringatan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional di Kota Jambi pada November 2026. Rombongan Lombok Timur juga diundang mengunjungi Museum Digital Kota Jambi yang baru diresmikan.