PT Finnantara Intiga Serahkan 10 Mesin Pompa, Perkuat Penanganan Karhutla Di Sanggau

Editor: Admin author photo

Pemkab Sanggau Terima 10 Mesin Pompa Air dari PT Finnantara untuk Hadapi Karhutla.
SuaraIndo.Id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mendapat dukungan tambahan dari dunia usaha.

PT Finnantara Intiga, salah satu unit usaha APP Group, menyerahkan 10 unit mesin pompa air portabel kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan pemadaman sekaligus mempercepat respons ketika kebakaran terjadi di lapangan.

Penyerahan bantuan dilakukan Presiden Direktur PT Finnantara Intiga Octavianus Butar Butar kepada Bupati Sanggau Yohanes Ontot dalam rangkaian Apel Siaga Karhutla di Lapangan Sabang Merah, Sanggau.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau. Penanganan kebakaran di Sanggau melibatkan pemerintah daerah, Satgas Pengendalian Karhutla, Manggala Agni, TNI-Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan serta masyarakat.

Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengapresiasi dukungan dunia usaha yang turut memperkuat sarana dan kapasitas penanganan karhutla.

Menurutnya, ketersediaan peralatan harus diiringi koordinasi yang kuat agar setiap sumber daya dapat dikerahkan secara cepat dan tepat ketika terjadi kebakaran.

“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, Satgas, aparat, perusahaan, dan masyarakat agar pencegahan serta penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” ujar Yohanes.

Ia menegaskan, penanggulangan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Seluruh unsur harus bergerak dalam satu koordinasi dan tujuan yang sama untuk mencegah kebakaran meluas serta melindungi masyarakat dari dampak bencana asap.

“Semua harus bergerak dalam satu komando, satu koordinasi dan satu tujuan, yaitu menyelamatkan masyarakat serta mencegah meluasnya bencana,” tegasnya.

Yohanes juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam menghadapi ancaman karhutla.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla Kabupaten Sanggau pada 24 Agustus 2026, Yohanes menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan keselamatan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasikan dan mengucapkan terima kasih kepada unsur Forkompimda, Forkopincam dan seluruh peserta rapat koordinasi ini. Hal ini membuktikan bahwa kita semua benar-benar berkomitmen dalam mengupayakan keselamatan rakyat dari ancaman bencana,” ujarnya.

Selain menyerahkan 10 mesin pompa air portabel, PT Finnantara Intiga juga memperkuat kesiapsiagaan internal dengan menyiagakan personel pengendalian karhutla yang terdiri atas regu inti, regu perbantuan, regu cadangan serta dukungan MPA.

Personel tersebut secara berkala mendapatkan pelatihan dan simulasi penggunaan peralatan serta prosedur penanganan kebakaran. Pelatihan dilakukan untuk memastikan kemampuan personel tetap siap ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Dari sisi sarana, berbagai peralatan pemadaman juga tersedia dan dapat dikoordinasikan untuk mendukung penanganan karhutla, mulai dari mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, pompa induk, pompa jinjing, pompa apung, nozzle, alat suntik gambut, tangki air lipat, selang hingga chainsaw.

Mobilisasi personel dan logistik didukung kendaraan roda dua dan roda empat serta sarana transportasi air. Dalam kondisi tertentu, dukungan alat berat maupun pemadaman udara menggunakan helikopter dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui sistem deteksi dini dan komunikasi yang meliputi menara pengawas, CCTV, sensor panas, drone, GPS, perangkat pengolah data hotspot serta radio komunikasi.

Sistem tersebut berfungsi membantu pemantauan wilayah, mendeteksi indikasi kebakaran lebih awal serta mempercepat pengambilan keputusan dan pengerahan sumber daya.

Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli darat dan air, patroli terpadu, pemasangan papan peringatan larangan membakar, sosialisasi kepada masyarakat serta pemberdayaan MPA.

Presiden Direktur PT Finnantara Intiga Octavianus Butar Butar mengatakan kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kebakaran terjadi. Pada saat yang sama, kemampuan bergerak cepat harus dipastikan ketika api ditemukan.

“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapan sebelum kejadian sekaligus kemampuan bergerak cepat ketika api muncul. Bantuan 10 mesin pompa air portabel ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami untuk memperkuat kapasitas penanganan bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan para pihak di lapangan,” ujar Octavianus.

Menurutnya, keberadaan personel dan peralatan tidak akan maksimal tanpa koordinasi yang kuat. Karena itu, seluruh sumber daya yang tersedia harus dapat digerakkan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kesiapan personel dan peralatan sangat penting, tetapi kolaborasi menjadi kunci. Dalam kondisi darurat, sumber daya yang tersedia harus dapat dikoordinasikan dan digerakkan dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Octavianus menegaskan PT Finnantara Intiga akan terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Tambahan 10 mesin pompa air portabel diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sarana pemadaman yang tersedia dan membantu mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran.

Dengan penguatan peralatan, kesiapan personel, sistem deteksi dini serta koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sistem penanganan karhutla agar lebih cepat, terpadu dan efektif.

Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, relawan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini