SuaraIndo.Id – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kabupaten Mempawah, dukungan terhadap personel yang berada di garis depan terus berdatangan.Posko Terpadu Penanganan Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Mempawah saat menerima tambahan dukungan logistik untuk para petugas di lapangan, Senin (31/8/2026).
Kali ini, Posko Terpadu Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla Kabupaten Mempawah menerima tambahan bantuan logistik dari sejumlah perusahaan swasta untuk memenuhi kebutuhan para petugas yang setiap hari berjibaku menangani kebakaran.
Bantuan diserahkan perwakilan PT Japfa dan diterima Koordinator Posko Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Purwadi, didampingi Koordinator Data Pelaporan Satgas Karhutla, Mulyadi, Senin (31/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dunia usaha terhadap para personel yang bekerja di tengah kondisi panas, kepungan asap, serta medan yang tidak selalu mudah dijangkau.
Tak hanya peralatan pemadaman, kebutuhan pangan dan air minum menjadi bagian penting untuk menjaga stamina petugas selama menjalankan operasi penanganan karhutla.
Adapun bantuan yang disalurkan cukup beragam. PT Japfa memberikan 2.000 butir telur, kemudian PT Malindo menambahkan 1.000 butir telur.
Dukungan lainnya datang dari K@’TAMB Group berupa 100 dus air mineral. Sementara PT Sumber Tepat Sanjaya menyumbangkan bahan pangan pendukung berupa kacang hijau, susu, sirup, kopi, dan gula.
Logistik tersebut selanjutnya dikelola melalui Posko Terpadu dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan personel Satgas Karhutla yang bertugas di lapangan.
Koordinator Posko Satgas Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla Kabupaten Mempawah, Purwadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap para petugas.
Ia memastikan bantuan yang diterima akan segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi petugas yang setiap hari berada di lapangan. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,” ujar Purwadi.
Menurutnya, kebutuhan logistik tidak dapat dipandang sebelah mata. Penanganan karhutla sering kali berlangsung berjam-jam bahkan membutuhkan waktu panjang, sehingga kondisi fisik personel harus tetap dijaga.
Petugas harus menghadapi panas, asap, medan sulit, hingga keterbatasan akses air ketika melakukan pemadaman. Kondisi tersebut membuat ketersediaan makanan bergizi dan air minum menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasi.
Purwadi menilai dukungan dunia usaha juga menunjukkan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah dan aparat memang menjadi garda utama dalam penanganan bencana, namun keterlibatan perusahaan, relawan, komunitas, serta masyarakat dapat memperkuat operasi di lapangan.
Di tengah kondisi kemarau dan potensi karhutla yang masih tinggi, BPBD Kabupaten Mempawah terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan personel sekaligus dukungan operasional dapat terpenuhi selama penanganan berlangsung.
Bantuan yang diterima bukan sekadar tambahan persediaan di posko. Bagi petugas yang bekerja di tengah kepungan asap dan kobaran api, makanan, air minum, serta bahan kebutuhan sehari-hari menjadi energi untuk tetap bertahan menjalankan tugas.
Semangat gotong royong pun menjadi kekuatan penting dalam menghadapi karhutla. Ketika pemerintah, aparat, dunia usaha, relawan dan masyarakat bergerak bersama, upaya pemadaman dan pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
BPBD Mempawah berharap dukungan serupa terus berlanjut, seiring dengan upaya pemadaman dan pencegahan yang masih dilakukan di sejumlah wilayah.
Sebab, menghadapi karhutla bukan hanya tentang memadamkan api yang sudah membesar, tetapi juga memastikan mereka yang berada di garis depan memiliki dukungan yang cukup untuk terus berjuang menjaga masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran serta kabut asap.[SK]