Herison Pimpin FYI Sumsel, Yongmoodo Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Editor: Nisa author photo

Foto bersama Ketua FYI Sumsel, Herison dan pengurus (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id
– Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Sumatera Selatan mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet dan memperluas jangkauan olahraga bela diri Yongmoodo ke kalangan sipil. Sekolah dan perguruan tinggi di 17 kabupaten/kota menjadi sasaran pengembangan untuk mencetak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus FYI Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030 yang berlangsung di Ruang Rapat Parameswara, Sekretariat Daerah Kota Palembang, Kamis (22/10/2026).

Pelantikan ini dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) FYI, Mayjen TNI (Purn) Eka Wiharsa, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, KONI Sumsel, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang.

Ketua Umum PB FYI, Eka Wiharsa, menegaskan bahwa pengembangan Yongmoodo ke depan tidak hanya bertumpu pada lingkungan militer, tetapi juga harus mampu tumbuh secara mandiri melalui pembinaan atlet dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Menurutnya, keterlibatan TNI Angkatan Darat selama ini berperan penting dalam menyediakan pelatih dengan kualifikasi nasional. Namun, penguatan basis sipil menjadi langkah strategis agar organisasi dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.

“Dulu kita sangat bersandar pada militer untuk pelatih. Kini, meski tetap bekerja sama dengan TNI AD karena kebutuhan kualifikasi, kami ingin mandiri. Kami telah memulai pengembangan di kalangan sipil, pelajar, dan mahasiswa di Yogyakarta dan Bali yang sudah memiliki standar nasional. Saya berharap Sumatera Selatan dapat mengikuti jejak tersebut secara bertahap,” ujar Eka.

Selain memperluas basis pembinaan, FYI juga mulai mempersiapkan atlet untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional. Eka menyebutkan, agenda kejuaraan bela diri nasional yang semula dijadwalkan pada Oktober 2026 berpotensi bergeser ke 2027, menunggu keputusan KONI.

Karena itu, proses seleksi dan pembinaan atlet menjadi perhatian utama agar Sumsel dapat menurunkan atlet terbaik saat kompetisi digelar.

Sementara itu, Ketua FYI Sumsel yang baru dilantik, Dr. Herison, S.IF., S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih Sumsel. Salah satu modal penting adalah capaian peringkat ketiga umum tingkat nasional serta prestasi juara tiga pada Piala Menpora IX tahun 2025.

Herison mengatakan, langkah awal kepengurusan baru akan difokuskan pada konsolidasi internal, termasuk verifikasi administrasi pelatih dan atlet. Setelah itu, organisasi akan memperluas pembinaan dengan menyasar sekolah dan perguruan tinggi di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

“Langkah pertama kami adalah konsolidasi internal dan verifikasi administratif pelatih serta atlet. Kami akan fokus mengembangkan Yongmoodo di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Persaingan antar-cabang bela diri sangat ketat, sehingga kami harus membangun ekosistem yang sehat dan kompetitif,” jelas Herison.

Ia juga menyoroti perjalanan Yongmoodo di Indonesia yang mulai berkembang di lingkungan TNI sejak 2008 melalui inisiasi Letjen Gatot Nurmantyo, sebelum memasuki ranah sipil pada 2012. Menurutnya, sejarah dan prestasi tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing atlet daerah.

Dukungan terhadap pengembangan Yongmoodo juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutan yang disampaikan perwakilannya, Pemprov mengingatkan agar pengurus menjalankan amanah dengan integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Sinergi antara FYI, KONI, institusi pendidikan, dan sektor swasta dinilai penting untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, mulai dari penjaringan atlet hingga persiapan menghadapi kompetisi.

“Prestasi tidak lahir dari kebetulan, melainkan hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan berbagai pihak. Kami mendukung penuh pembinaan olahraga yang terencana demi masyarakat Sumsel yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Palembang, Furwadie, yang hadir mewakili Kepala Dispora Kota Palembang. Ia menilai Yongmoodo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai olahraga yang tidak hanya membangun kemampuan fisik, tetapi juga kedisiplinan dan ketahanan mental.

Menurut Furwadie, Dispora Palembang siap mendukung upaya memasyarakatkan Yongmoodo sekaligus menjaring bibit atlet berbakat yang dapat memperkuat prestasi daerah.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, FYI Sumsel dihadapkan pada tantangan untuk memperluas basis atlet, meningkatkan kualitas pembinaan, dan mempertahankan prestasi yang telah diraih. Pengembangan di lingkungan pendidikan diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk melahirkan generasi atlet Yongmoodo yang lebih kompetitif.

Share:
Komentar

Berita Terkini