Suaraindo.id
– PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Barat (UIP KLB) melalui
Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 2 (UPP KLB 2) memperkuat
koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Melawi guna mendukung rencana
pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sintang–Nanga Pinoh.
Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi di Kantor Bupati Melawi, Selasa
(20/10), sebagai bagian dari upaya PLN mempersiapkan pembangunan infrastruktur
transmisi untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut..jpeg)
PLN UIP KLB Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Melawi untuk Pembangunan SUTT 150 kV Sintang–Nanga Pinoh
Pertemuan ini membahas rencana pembangunan jaringan transmisi yang akan melintasi wilayah Kabupaten Melawi, sekaligus menyelaraskan langkah koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan proyek. Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memfasilitasi koordinasi kewilayahan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan. Kehadiran jaringan transmisi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan serta mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Melawi dan sekitarnya.
Bupati Melawi yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, menyambut baik koordinasi yang dilakukan PLN sebagai upaya membangun kesamaan pemahaman dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Menurutnya, komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan PLN diperlukan agar rencana pembangunan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap rencana pembangunan SUTT 150 kV Sintang–Nanga Pinoh dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif antara PLN dan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Melawi,” ujarnya.
Manager UPP KLB 2, Ronald Lapasau, menjelaskan bahwa audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah persiapan PLN untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah sebelum pembangunan jaringan transmisi memasuki tahapan berikutnya. Melalui komunikasi yang terjalin sejak tahap persiapan, PLN berupaya memastikan pelaksanaan proyek dapat berjalan secara terencana dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“PLN berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Melawi agar setiap tahapan pembangunan SUTT 150 kV Sintang–Nanga Pinoh dapat berjalan secara terencana dan sesuai ketentuan. Dukungan serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa pengembangan jaringan transmisi merupakan bagian dari langkah strategis PLN dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada pertumbuhan wilayah dalam jangka panjang.
“Kami mengapresiasi dukungan dan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Melawi dalam membangun komunikasi bersama PLN. Kolaborasi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan SUTT 150 kV Sintang–Nanga Pinoh sehingga manfaatnya dapat dirasakan melalui sistem kelistrikan yang semakin andal dan mampu menunjang pertumbuhan wilayah,” tuturnya.
Melalui penguatan koordinasi ini, PLN UIP KLB berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan Pemerintah Kabupaten Melawi dan seluruh pemangku kepentingan selama proses pembangunan SUTT 150 kV Sintang–Nanga Pinoh. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pengembangan infrastruktur transmisi sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal, sekaligus menunjang aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. [rls]