Dinkes Usulkan Penambahan Kapasitas Tempat Tidur Puskesmas

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID --------
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mengusulkan penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap di sejumlah puskesmas.

Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Kesehatan, menyusul tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak sebanding dengan kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., mengatakan, berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024, kapasitas tempat tidur di puskesmas sebanyak 10 unit.

Namun, ketentuan tersebut dinilai perlu mendapat penyesuaian untuk sejumlah puskesmas yang memiliki jumlah kunjungan dan kebutuhan rawat inap cukup tinggi.

"Jumlah masyarakat kita banyak. Kadang 10 tempat tidur ini kurang, sehingga sering terjadi antrean atau pasien tidak bisa masuk rawat inap karena tempat tidur sudah penuh," ungkap Aries Fahrozi, Ra u 4 Nopember 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan perawatan rawat inap di tingkat puskesmas.

Karena itu, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.

Aries Fahrozi, berharap sejumlah puskesmas tertentu tidak lagi dibatasi hanya 10 tempat tidur, tetapi dapat diberikan ruang untuk menambah kapasitas sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

Selain kapasitas tempat tidur, Dinas Kesehatan juga mengusulkan penyesuaian bangunan puskesmas agar memenuhi standar prototipe yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Aries menyebutkan, masih terdapat beberapa puskesmas di Lombok Timur yang kondisi bangunannya belum sepenuhnya memenuhi prototipe tersebut. Salah satunya Puskesmas Suralaga yang memiliki keterbatasan ruangan sehingga kapasitas tempat tidur rawat inap juga terbatas.

"Puskesmas Suralaga menjadi salah satu prioritas yang kami usulkan agar ke depan bisa disesuaikan dengan prototipe yang ada," jelasnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Lombok Timur juga melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, puskesmas hingga klinik dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026.

Berbagai kegiatan disiapkan untuk memperkuat kebersamaan dan kekeluargaan antartenaga kesehatan. Kegiatan tersebut antara lain perlombaan, gerak jalan, jalan santai hingga resepsi puncak peringatan HKN.

Selain kegiatan seremonial, Dinkes juga mendorong peningkatan kualitas kompetensi tenaga kesehatan melalui pola pelatihan yang lebih menekankan praktik langsung.

Salah satunya pelatihan Antenatal Care (ANC) atau pelayanan pemeriksaan kehamilan. Dalam pelatihan tersebut, setiap puskesmas diminta membawa satu pasien untuk menjadi objek praktik dan penilaian.

Proses pelayanan dinilai secara menyeluruh, mulai dari pasien datang, mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan, hingga selesai. Penilaian dilakukan menggunakan daftar periksa atau checklist yang telah disiapkan.

Dengan metode tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui aspek pelayanan yang sudah berjalan baik maupun yang masih perlu diperbaiki.

Aries berharap rangkaian HKN tidak hanya menjadi kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur.

Share:
Komentar

Berita Terkini