Korban diduga terjatuh ke laut saat kapal bertolak menuju lokasi penangkapan ikan pada Rabu (7/10/2026) malam. Hingga Kamis sore, korban belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilakukan.
Kepala Kantor SAR Pontianak, Budiono, menjelaskan KM Eka Prima berangkat dari Pelabuhan Kakap sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar dua jam 50 menit kemudian, tepatnya pukul 21.50 WIB, kru kapal menyadari Dicka sudah tidak berada di atas kapal.
“Setelah mengetahui korban tidak ada di kapal, kru melakukan pencarian secara mandiri. Namun, korban belum ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor SAR Pontianak,” ujar Budiono.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Operasi ini didukung Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Pontianak serta sejumlah peralatan pendukung, termasuk perlengkapan selam, medis, dan evakuasi.
Budiono mengatakan, pencarian melibatkan instansi terkait dan berbagai potensi SAR guna memperluas upaya menemukan korban. Koordinasi terus dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi sesuai kondisi dan perkembangan di lapangan.
“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dan potensi SAR untuk mendukung upaya pencarian. Perkembangan operasi terus dipantau berdasarkan kondisi dan hasil di lapangan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Dicka Wahyudi berusia 21 tahun dan berdomisili di Gang Raufal, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Hingga Kamis sore menjelang petang, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan Kakap dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi kejadian.
Penyebab pasti hilangnya korban masih belum diketahui. Operasi pencarian akan terus dilaksanakan dan dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan serta hasil koordinasi tim SAR gabungan.[SK]
