![]() |
| Ketua Umum DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan didampingi ratusan pengemudi ojek online saat konferensi pers dengan awak media (SuaraIndo.id/Dok) |
SuaraIndo.id - Polemik terkait penambahan armada dan proses perizinan layanan taksi listrik Green SM di Kota Palembang mendapat respons dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Driver Online (DPD ADO) Sumatera Selatan.
Ketua Umum DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menanggapi pernyataan Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro, yang sebelumnya mempertanyakan penambahan armada serta proses perizinan layanan taksi listrik tersebut.
Andreas meminta pemerintah membuka informasi terkait kajian kebutuhan taksi, kuota armada, jumlah kendaraan yang telah beroperasi, hingga dasar dan persyaratan perizinan Green SM.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Asrul. Ia menilai keberadaan Green SM tidak semestinya hanya dilihat dari aspek penambahan jumlah armada, tetapi juga dari sisi kepentingan para pengemudi yang selama ini berharap adanya peralihan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menuju kendaraan listrik.
Hal itu disampaikan Asrul dalam konferensi pers di Kedai ADO Presisi, Palembang, Jumat (11/9/2026).
“Dinas Perhubungan dan Wali Kota Palembang adalah mitra kami para pengemudi,” kata Asrul.
Menurutnya, terdapat kesepakatan yang menjadi dasar harapan para pengemudi untuk dapat beralih menggunakan kendaraan listrik. Rencana tersebut, kata dia, juga berkaitan dengan persoalan operasional yang selama ini dihadapi pengemudi, termasuk waktu yang harus dihabiskan untuk mengantre saat mengisi bahan bakar.
Asrul menyebut pengembangan layanan kendaraan listrik di Palembang ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 1.000 unit mobil listrik roda empat untuk angkutan sewa khusus.
Tak berhenti di kendaraan roda empat, ia mengatakan penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi dikembangkan pada kendaraan roda dua.
Bagi Asrul, transisi menuju kendaraan listrik bukan semata-mata persoalan perubahan teknologi transportasi. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik juga berpeluang menekan biaya operasional pengemudi karena ketergantungan terhadap BBM dapat dikurangi.
Asrul juga mempertanyakan sikap Andreas yang mempersoalkan keberadaan dan perizinan Green SM.
Ia menilai anggota DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya turut mendengarkan aspirasi para pengemudi yang mendukung keberadaan dan pengembangan layanan kendaraan listrik.
“Kami juga rakyat Palembang. Kami berharap perjuangan kami sebagai pengemudi juga diperhatikan,” ujarnya.
Asrul mengatakan para pengemudi selama ini telah berupaya mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kendaraan listrik, di tengah berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam hubungan dengan aplikator.
Karena itu, ia berharap pembahasan mengenai Green SM tidak hanya dilakukan melalui pernyataan di media, tetapi juga melibatkan pengemudi sebagai pihak yang akan terdampak langsung terhadap kebijakan transportasi tersebut.
Ia bahkan menilai pernyataan yang mempertanyakan keberadaan Green SM tanpa adanya dialog bersama pengemudi berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap investasi dan keberlanjutan layanan kendaraan listrik di Palembang.
Menurut Asrul, terdapat ribuan pengemudi yang berharap dapat memperoleh manfaat dari bertambahnya armada kendaraan listrik.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Asrul mengajak Andreas bertemu langsung dengan perwakilan pengemudi untuk membahas berbagai persoalan terkait Green SM.
Ia memberikan waktu 2x24 jam kepada Andreas untuk membuka ruang dialog.
“Kami berharap Pak Andreas tidak membuat keresahan di masyarakat. Mari kita duduk bersama, kita berdialog. Kalau memang ada persoalan, mari kita selesaikan bersama,” kata Asrul.
Asrul mengatakan apabila tidak terdapat ruang dialog dalam batas waktu tersebut, para pengemudi berencana mendatangi Gedung DPRD Kota Palembang pada Kamis untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Ia menegaskan, langkah tersebut menurutnya merupakan bentuk upaya pengemudi untuk memastikan aspirasi mereka turut menjadi bagian dalam pembahasan mengenai arah pengembangan transportasi berbasis kendaraan listrik di Kota Palembang. (NS)
